A Decade of Pop Culture Fiesta, Indonesia Comic Con Kembali Digelar 3-4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Press Conference Indonesia Comic Con, Selasa 22/08/2026 di @america Mall Pacific Place, SCBD, Jakarta (Foto: Dok. Indonesia Comic Con)

LewatLensa.com – Sepuluh tahun bukan sekadar angka bagi Indonesia Comic Con (ICC). Selama satu dekade, ajang budaya pop ini berkembang menjadi ruang pertemuan bagi penggemar, kreator, komunitas, pelaku industri, hingga berbagai merek yang bergerak di ekosistem entertainment dan creative industry.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Indonesia Comic Con kembali hadir pada 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “A Decade of Pop Culture Fiesta”, ICC 2026 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan satu dekade, tetapi juga membawa semangat untuk memperkuat koneksi antarkomunitas sekaligus membuka peluang baru bagi perkembangan intellectual property (IP) lokal.

Tema tersebut diterjemahkan melalui tiga gagasan utama, yakni Celebration, Connection, dan Future. Celebration menjadi penanda perjalanan sepuluh tahun ICC bersama komunitasnya, Connection menghadirkan ruang pertemuan lintas fandom, generasi, disiplin kreatif, dan budaya, sementara Future diarahkan pada terbukanya kesempatan baru bagi kreator, komunitas, pemilik IP, dan industri kreatif.

“Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: penggemar budaya pop di Indonesia berhak punya tempat berkumpul sendiri. Yang membuat Indonesia Comic Con bertahan sampai edisi ke-10 bukan kami, tapi komunitasnya,” ujar Andita Tirtawisata, Director Panorama Media.

Menurutnya, momentum satu dekade juga menjadi kesempatan untuk membawa IP lokal ke ruang yang lebih luas dan sejajar dengan karakter maupun karya global.

Dua Hari Penuh Program Pop Culture

Selama dua hari penyelenggaraan, ICC 2026 menawarkan beragam program yang mencakup pameran, talkshow, meet and greet, cosplay, aktivitas kreator, kompetisi gim, showcase komikus, program komunitas, hingga kolaborasi dengan mitra lokal dan internasional.

Salah satu magnet utama tahun ini adalah kehadiran aktor Jepang Mackenyu sebagai main guest. Pemeran sejumlah produksi internasional tersebut dijadwalkan tampil di panggung utama ICC.

Sementara dari ranah cosplay, ICC menghadirkan dua cosplayer internasional, HaneAme dan Lily Universe. Kehadiran keduanya melengkapi program cosplay yang juga terhubung dengan jaringan World Cosplay Summit (WCS).

Project Manager Indonesia Comic Con, Lulu Anwar, mengatakan rangkaian program tahun ini dirancang agar pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman selama dua hari.

“Edisi ke-10 ini kami rancang supaya pengunjung punya alasan bertahan dua hari penuh. Ada Mackenyu di panggung utama, ada HaneAme dan Lily Universe untuk teman-teman cosplay, ada komikus dari Hong Kong dan Malaysia di area kreator,” kata Lulu.

Cosplay Jadi Jembatan ke Panggung Internasional

Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam ICC 2026 adalah kompetisi cosplay. Tahun ini terdapat dua ajang utama, yakni RAYA Championship of Cosplay dan Indonesia Cosplay Grand Prix.

RAYA Championship of Cosplay merupakan kompetisi orisinal yang digelar Indonesia Comic Con. Sementara Indonesia Cosplay Grand Prix menjadi babak penyisihan nasional untuk World Cosplay Summit Indonesia, yang membuka jalur menuju kompetisi WCS di Nagoya, Jepang.

Kehadiran kompetisi tersebut menunjukkan bahwa cosplay tidak lagi sekadar aktivitas komunitas, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif dan budaya pop dengan jaringan internasional.

Melalui ICC, para cosplayer juga memperoleh ruang untuk bertemu langsung dengan penggemar, sesama kreator, komunitas, maupun pelaku industri yang memiliki keterkaitan dengan entertainment dan creative economy.

Komik Indonesia dan Peluang ke Pasar Global

Selain cosplay, komik menjadi bagian penting dari perayaan satu dekade ICC. Tahun ini, komikus Indonesia akan tampil berdampingan dengan kreator internasional, termasuk partisipasi komikus dari Hong Kong dan Malaysia melalui kerja sama dengan Hong Kong Economic and Trade Office in Jakarta.

Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran kreatif sekaligus mempertemukan kreator dan IP lokal dengan audiens yang lebih luas.

Chairman AKSI (Asosiasi Komik Indonesia), Sunny Gho, melihat perkembangan industri komik Indonesia dalam satu dekade terakhir telah membuka semakin banyak peluang internasional.

“Sepuluh tahun terakhir mengubah posisi komikus Indonesia. Hari ini banyak dari kita bekerja untuk penerbit di Amerika, Jepang, dan Eropa. Yang kita butuhkan sekarang adalah ruang bertemu yang konsisten — tempat kreator, penerbit, dan pembaca berada di lokasi yang sama,” ujarnya.

Hal tersebut juga dirasakan Ariela Kristantina, komikus Indonesia yang karya-karyanya telah diterbitkan oleh sejumlah penerbit internasional, termasuk Marvel dan Dark Horse Comics.

Menurut Ariela, salah satu kekuatan kreator Indonesia justru terletak pada identitas dan suara personal yang mereka miliki.

“Yang dicari bukan kreator yang meniru gaya mereka, tapi kreator yang punya suara sendiri. Di acara seperti ini kita ketemu langsung pembaca dan sesama komikus, dan tahu karya kita sampai ke siapa,” kata Ariela.

Kehadiran kreator internasional di ICC sekaligus memperlihatkan bagaimana konvensi budaya pop dapat berfungsi sebagai ruang networking, bukan hanya tempat menikmati karya dan karakter favorit.

Budaya Pop dan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Perkembangan budaya pop juga semakin berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif. Pemerintah melihat ajang seperti ICC sebagai salah satu ruang yang dapat mempertemukan kreator dengan audiens dan calon mitra industri.

Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, mengatakan budaya pop kini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang semakin luas.

“Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu,” ujarnya.

Perspektif tersebut diperkuat melalui kolaborasi ICC dengan Jakarta Futura Connectiva (JFC), program di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Kolaborasi tersebut mempertemukan institusi pemerintah, komunitas kreatif, kreator, dan pelaku industri dalam satu ekosistem. Budaya pop sekaligus menjadi medium untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Jakarta kepada generasi muda.

Perwakilan Disparekraf DKI Jakarta, [Raymond Stefanus], mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses kreator dan komunitas terhadap pelaku industri.

“Budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha yang nyata,” ujarnya.

GameHers Hadir Bawa Isu Pemberdayaan Perempuan

Dari sektor gaming, UniPin GameHers turut ambil bagian dalam ICC 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pre-Event GameHers 2026.

Mengusung tema “We Game, We Grow, We Glow”, GameHers menghadirkan talkshow bertajuk “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself”.

Program ini membawa perspektif bahwa gaming tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bermain, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan kreativitas, hingga mengeksplorasi potensi diri.

Senior VP Community & Media Networks UniPin Global, Debora Imanuella, mengatakan kehadiran GameHers di ICC menjadi kesempatan untuk menjangkau audiens budaya pop yang lebih luas.

“Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri,” ujarnya.

Program di ICC tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Main Event GameHers 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026.

Dukungan Brand dan Industri

Sebagai sebuah konvensi budaya pop berskala besar, ICC 2026 juga mempertemukan berbagai brand dengan komunitas dan pengunjung melalui sejumlah aktivasi di area pameran.

Tokopedia hadir sebagai Official Gaming Top Up Platform. Sementara Pacific Licensing, Mattel, dan FujiFilm bergabung sebagai Brand Partner dengan membawa aktivitas interaktif masing-masing.

Dari sisi logistik, Anteraja berperan sebagai Official Logistic Partner untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan selama acara berlangsung.

Kehadiran berbagai brand tersebut menunjukkan bahwa convention seperti ICC juga menjadi ruang interaksi langsung antara industri dan komunitas, khususnya di tengah pertumbuhan pasar gaming, collectibles, cosplay, komik, hingga entertainment.

Tiket Indonesia Comic Con 2026

Bagi pengunjung yang ingin menghadiri ICC 2026, tiket tersedia dalam lima kategori:

  • One-Day Pass: Rp130.000
  • Two-Day Pass: Rp225.000
  • Cosplayer One-Day: Rp110.000
  • VIP Cosplayer Two-Day: Rp500.000
  • VIP General Two-Day: Rp1.000.000

Kategori VIP Cosplayer mencakup sejumlah fasilitas seperti fast-track entry, cosplay lounge, ruang ganti, dan area penyimpanan. Sementara VIP General mendapatkan fasilitas fast-track entrance dan VIP lounge.

Tiket dapat dibeli melalui situs resmi Indonesia Comic Con. Sementara add-on meet & greet Mackenyu tersedia secara terpisah dengan jumlah terbatas.

Memasuki Babak Baru

Sepuluh tahun perjalanan Indonesia Comic Con memperlihatkan perubahan lanskap budaya pop di Indonesia. Jika pada awalnya convention menjadi ruang berkumpul bagi penggemar karakter, komik, gim, film, anime, dan cosplay, kini ruang tersebut juga bersinggungan dengan perkembangan IP, industri kreatif, networking, serta peluang pasar internasional.

ICC 2026 menjadi penanda perjalanan tersebut sekaligus membuka babak berikutnya. Melalui tema “A Decade of Pop Culture Fiesta”, perayaan satu dekade diarahkan bukan hanya untuk mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen ekosistem budaya pop dan membuka kemungkinan kolaborasi baru.

Dengan menghadirkan bintang tamu internasional, komikus lintas negara, kompetisi cosplay, gaming, komunitas, brand activation, serta program yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, ICC kembali menempatkan budaya pop sebagai ruang pertemuan antara karya, komunitas, industri, dan audiens.

Indonesia Comic Con 2026 akan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Informasi mengenai pembaruan lineup, jadwal panggung, program, serta tiket dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Comic Con dan akun @indocomiccon.

Press Conference ICC 2026, 22/09/2026 di @america Mall Pacific Place, SCBD Jakarta

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.