
LewatLensa.com – Kisah tentang putri duyung hadir dalam balutan cerita yang dekat dengan nilai keluarga, cinta, keberanian, penerimaan, serta kepedulian terhadap alam melalui SIRENA: Air Mata dari Lautan. Drama musikal fantasi original Indonesia produksi Shinera Entertainment ini akan dipentaskan pada 9–10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
SIRENA dirancang sebagai pertunjukan teater berskala besar yang memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, teknologi, serta imajinasi dunia bawah laut dan daratan. Keunikan lainnya terletak pada upaya membawa kultur lokal Indonesia dan seni urban ke dalam sebuah cerita fantasi tentang seorang putri duyung yang terdampar di dunia manusia.
Pertunjukan ini disutradarai oleh Djaelani M., dengan dukungan tim artistik serta puluhan talenta yang akan menghidupkan dunia SIRENA melalui akting, nyanyian dan koreografi.
Bagi Djaelani, proses menggarap SIRENA menjadi pengalaman tersendiri karena ia juga menerapkan metodologi teater untuk anak dalam proses kreatifnya.
“Menjadi sebuah keseruan tersendiri bagi saya untuk bisa men-direct drama musical ini. Di sini saya juga menerapkan metodologi teater untuk anak dalam penggarapannya. Hasilnya bisa kita lihat sama-sama nanti, rasanya akan berbeda,” tutur Djaelani M.
Membawa Dunia Fantasi ke Panggung Indonesia
SIRENA tidak sekadar menempatkan kisah putri duyung sebagai cerita fantasi, tetapi menjadikannya sebagai medium untuk menyampaikan nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga.
Kak Loly, pencetus ide sekaligus penulis naskah SIRENA, mengatakan dirinya ingin menghadirkan karya yang dapat membuka ruang imajinasi sekaligus memperluas cara pandang penonton, khususnya generasi muda.
“Saya selalu ingin membuat karya yang mampu membuka ruang seluas-luasnya bagi imajinasi dan cakrawala berpikir. Melalui SIRENA, kami ingin mengajak anak dan keluarga memasuki dunia yang ajaib, tetapi tetap membawa nilai yang sangat dekat dengan kehidupan: tentang hubungan cinta dan keluarga, keberanian, penerimaan, dan bagaimana kita memperlakukan sesama serta alam.”
Menurut Kak Loly, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu anak membangun karakter, pola pikir, visi, sekaligus mengenali potensi diri untuk mewujudkan impian sesuai dengan panggilan dan cita-cita mereka.
Karena itu, unsur fantasi dalam SIRENA menjadi pintu masuk untuk membicarakan persoalan yang lebih luas, mulai dari hubungan keluarga, rasa kehilangan, kecemburuan, penerimaan terhadap perbedaan, keserakahan manusia hingga hubungan manusia dengan alam.
Kisah SIRENA, Putri Duyung yang Terdampar di Dunia Manusia
Cerita SIRENA berpusat pada seorang anak istimewa yang mampu hidup di dua dunia, yakni air dan daratan. Konon, semua orang percaya bahwa ia adalah seorang putri duyung yang berasal dari Kerajaan Atargatis.
Kehidupan SIRENA berubah ketika terjadi badai dan perang laut yang menyebabkan Kerajaan Atargatis mengalami kehancuran. Orangtuanya meninggal dunia, sementara SIRENA terdampar di sebuah pantai pasir putih yang berada di tengah kota.
Ia ditemukan ketika para wisatawan sedang menikmati liburan. Saat tersadar, SIRENA berada dalam kondisi ketakutan dan kebingungan. Ia tidak memahami bahasa manusia, tidak mengenal lingkungan sekitarnya, bahkan tidak mengetahui bagaimana harus menjalani kehidupan di daratan.
Seorang dokter yang kebetulan berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan pertama. Karena mengira SIRENA mengalami trauma, keluarga dokter tersebut memutuskan untuk merawatnya.
SIRENA pun perlahan diperkenalkan dengan kehidupan manusia. Ia belajar berbicara, berjalan, makan, mengenakan pakaian seperti manusia, memahami tata krama serta berbagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, kehadiran SIRENA di keluarga tersebut kemudian memunculkan persoalan. Keluarga dokter memiliki seorang putri seusia SIRENA bernama Reina. Reina merasa perhatian dan haknya sebagai anak perlahan terambil karena kehadiran SIRENA.
Konflik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan SIRENA mengenal kehidupan manusia.
Air Mata yang Berubah Menjadi Mutiara
Seiring berjalannya waktu, SIRENA tumbuh menjadi sosok yang cantik, cerdas dan memiliki cahaya tersendiri. Suaranya yang indah ketika bersenandung membuat orang-orang di sekitarnya semakin tertarik kepadanya.
Anthony, tetangga keluarga tersebut, menjadi salah satu orang yang kemudian dekat dengan SIRENA. Bersama Anthony, SIRENA belajar memahami karakter dan pola pikir manusia.
Namun, ada satu rahasia besar yang disimpan SIRENA.
Ketika menangis karena mengingat orangtuanya dan Kerajaan Atargatis, air mata SIRENA berubah menjadi mutiara yang indah.
Keistimewaan tersebut awalnya hanya diketahui oleh Anthony. Ia berusaha menjaga rahasia tersebut karena menyadari bahwa kemampuan SIRENA dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki niat buruk.
Namun, rahasia tersebut akhirnya terbongkar setelah percakapan Anthony dan SIRENA terdengar oleh Reina. Informasi itu kemudian sampai kepada orang-orang yang melihat kemampuan SIRENA sebagai sumber keuntungan.
SIRENA pun diculik dan dipaksa mengeluarkan air mata agar menghasilkan mutiara sebanyak mungkin.
Anthony bersama dokter yang telah menjadi orangtua angkat SIRENA kemudian berusaha keras mencari dan menyelamatkannya.
Ketika ditemukan, SIRENA berada dalam kondisi lemah. Di saat yang sama, terungkap bahwa tubuh SIRENA sebagai putri duyung memiliki batas waktu untuk bertahan di daratan. Ia harus kembali ke laut.
Antara Laut, Daratan dan Cinta
Dilema SIRENA semakin kompleks ketika ia harus memilih antara kembali ke dunia asalnya atau tetap berada di daratan bersama orang-orang yang telah menjadi bagian dari hidupnya.
Ia merindukan orangtua dan Kerajaan Atargatis, tetapi di sisi lain memiliki rasa sayang kepada Anthony. SIRENA berharap cinta yang dimilikinya mendapatkan balasan.
Dalam cerita tersebut, cinta yang bersambut menjadi kunci yang memungkinkan SIRENA kembali ke daratan pada waktu-waktu tertentu.
Anthony ternyata juga mencintai SIRENA. Ia kemudian membuat sebuah pondok sawung kecil di tengah pantai yang menjadi tempatnya menunggu kemunculan SIRENA pada malam bulan purnama.
Kisah tersebut menjadi salah satu bagian emosional yang mempertemukan dunia fantasi dengan persoalan tentang kehilangan, cinta, pengorbanan dan pilihan hidup.
Lintas Generasi di Atas Panggung
SIRENA diperkuat jajaran pemain dari berbagai generasi. Rara Sudirman memerankan SIRENA dewasa, beradu peran dengan Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony dan Radhyna Azahra Putri sebagai Reina.
Dua nama dari dunia musik juga ikut memperkuat cerita. Widi Mulia (AB Three) berperan sebagai Ratu Kaia, sedangkan Agus Wisman (Elfa’s Singers) memerankan Raja Athar.
Sementara Teuku Zacky memainkan karakter Prof. Dharma.
Dari generasi muda dan cilik, hadir Rasyad Aiman Agus sebagai Leo, Firzanah Alya sebagai SIRENA kecil, Yoan Cocohamida sebagai Anthony kecil, serta Loisa Ramadhani sebagai Reina kecil.
Selain pemeran utama, SIRENA juga melibatkan ensemble serta talenta-talenta muda lainnya yang akan menghidupkan kerajaan bawah laut dan dunia manusia melalui perpaduan akting, nyanyian dan koreografi.
Mendapat Dukungan untuk Karya Anak Bangsa
Semangat menghadirkan drama musikal fantasi original Indonesia tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ibu Fatma Saifullah Yusuf, pendamping Menteri Sosial RI.
Fatma Saifullah Yusuf menyampaikan kebanggaannya terhadap rencana lahirnya karya anak bangsa yang menghadirkan cerita putri duyung dalam format drama musikal fantasi. Apresiasi tersebut semakin kuat karena produksi SIRENA juga memberikan ruang keterlibatan bagi penyandang disabilitas.
“Terlebih ketika penyandang disabilitas juga ikut terlibat di dalamnya, tentu ada rasa bangga, ada rasa haru, karena mereka mendapatkan kesempatan yang sama dengan teman-teman sebaya lainnya.”
Menurutnya, SIRENA tidak berhenti sebagai pertunjukan hiburan, tetapi juga membawa pesan moral yang berkaitan dengan cinta kasih, keluarga dan kepedulian terhadap laut Indonesia.
“SIRENA bukan sekadar pertunjukan, akan tetapi ada pesan moral yang di dalamnya ada cinta kasih, ada keluarga, dan tak kalah pentingnya yaitu bagaimana cara kita menjaga lautan di negara kita tercinta.”
Ia juga mengapresiasi perpaduan teknologi, tata panggung, pemain drama, penyanyi, musik dan cerita yang menjadi bagian dari produksi SIRENA.
“Dengan teknologi yang canggih, panggung yang keren, pemain drama dan penyanyi yang profesional, musik yang memukau serta cerita yang menggugah hati, rasanya sudah tidak sabar lagi untuk menyaksikan drama musikal SIRENA ini.”
Dukungan terhadap ruang kreatif bagi generasi muda juga datang dari Ibu Tina Astari Maman Abdurrahman, pendamping Menteri UMKM RI.
Menurut Tina, pemberian ruang kepada anak muda untuk menciptakan karya tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga dapat menghadirkan nilai yang relevan bagi kehidupan.
“Saya percaya ketika kita bisa memberikan ruang untuk anak muda kreatif untuk membuat sebuah karya maka yang dihasilkan bukan hanya saja karya yang menghibur namun karya tersebut akan memberikan nilai dalam sebuah kehidupan untuk bagaimana menumbuhkan rasa cinta, empati, kepedulian bukan hanya sesama namun juga kepada alam tentunya.”
Ia menilai SIRENA memiliki kekuatan dari cara cerita tersebut mempertemukan dunia bawah laut dan dunia manusia dengan berbagai elemen seni pertunjukan.
“Drama musikal SIRENA menghadirkan perjalanan dari dunia bawah laut menuju dunia manusia yang dikemas dengan musik, tari, visual, teknologi panggung dan cerita yang penuh emosional.”
Menurut Tina, cerita tersebut juga membawa penonton untuk kembali melihat makna penerimaan dan perbedaan sekaligus hubungan manusia dengan lingkungan.
“Sebuah karya Indonesia yang mengajak kita untuk kembali memahami bagaimana arti menerima, arti perbedaan, menjaga keluarga serta mencintai laut, sebagai bagian dari kehidupan kita.”
Membuka Ruang Inklusif bagi Generasi Muda
Keterlibatan penyandang disabilitas dan talenta muda menjadi salah satu bagian yang memperluas misi SIRENA di luar panggung pertunjukan.
Produksi ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi berbagai talenta untuk mendapatkan pengalaman berkarya bersama dalam sebuah produksi drama musikal berskala besar. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai latar belakang.
Dalam konteks industri kreatif, produksi seperti SIRENA juga melibatkan banyak bidang, mulai dari aktor, penyanyi, musisi, koreografer, penata artistik, tim multimedia, pekerja panggung hingga berbagai profesi pendukung lainnya.
Shinera Entertainment berharap produksi tersebut dapat ikut mendorong perkembangan industri drama musikal Indonesia sekaligus memberikan dampak terhadap ekosistem ekonomi kreatif dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak bangsa.
Fantasi dengan Pesan tentang Laut Indonesia
Salah satu pesan yang menjadi perhatian dalam SIRENA adalah hubungan manusia dengan laut.
Laut dalam cerita tidak hanya menjadi latar dunia fantasi tempat SIRENA berasal, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kehidupan yang perlu dijaga. Melalui perjalanan SIRENA dari dunia bawah laut menuju daratan, penonton diajak melihat kembali hubungan manusia dengan alam serta konsekuensi ketika alam dan makhluk di dalamnya diperlakukan hanya sebagai sumber keuntungan.
Di titik tersebut, SIRENA mencoba menggabungkan fantasi dengan isu yang nyata. Kisah putri duyung, kerajaan bawah laut dan mutiara dari air mata menjadi lapisan cerita yang kemudian membawa penonton pada pertanyaan mengenai cinta, keluarga, penerimaan, keserakahan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan kultur lokal, seni urban, teknologi dan kreativitas sebagai bagian dari konsep visualnya, SIRENA diharapkan mampu memberikan pengalaman pertunjukan yang dapat dinikmati anak-anak maupun keluarga.
Menjadi Bagian dari Perkembangan Drama Musikal Indonesia
SIRENA: Air Mata dari Lautan pada akhirnya tidak hanya menawarkan kisah tentang seorang mermaid yang terdampar di dunia manusia. Di balik dunia fantasinya terdapat cerita tentang seorang anak yang kehilangan keluarga, mencari tempat untuk diterima, belajar memahami kehidupan baru, menghadapi keserakahan manusia, hingga harus menentukan pilihan antara asal-usul dan kehidupan yang dicintainya.
Shinera Entertainment berharap karya ini dapat menjadi bagian dari perkembangan drama musikal Indonesia sekaligus memperkenalkan format pertunjukan fantasi yang mengangkat kekayaan cerita, nilai dan kreativitas dari Indonesia.
Dengan dukungan pemain lintas generasi, talenta muda dan cilik, ensemble, penyandang disabilitas serta tim kreatif dari berbagai bidang, SIRENA juga membawa semangat untuk menciptakan ekosistem pertunjukan yang lebih terbuka dan inklusif.
SIRENA: Air Mata dari Lautan akan dipentaskan pada 9–10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui Kiostix. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 831 3420 2534.
Perkembangan terbaru mengenai SIRENA dapat diikuti melalui Instagram @shineera.entertainment.
