ICAD By The Bay Vol. 04 Perluas Ruang Seni dan Desain di Indonesia Design Week 2026

Diskusi Seniman di ICAD BY THE BAY Vol. 4 di Indonesia Design Week 2026 di Emporium Marble, Kawasan Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang.

LewatLensa.com – Perhelatan seni dan desain kontemporer kembali memperluas jangkauannya melalui Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) By The Bay Vol. 4, yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Design Week (IDW) 2026. Mengambil tempat di Emporium Marble, kawasan Indonesia Design District (IDD), PIK2, pameran ini berlangsung selama dua pekan, mulai 18 hingga 30 September 2026.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ICAD By The Bay tidak sekadar menjadi ruang presentasi karya seni dan desain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem kreatif ke kawasan utara Jakarta. Kehadirannya menjadi perpanjangan dari semangat ICAD 16 yang berbasis di Kemang, Jakarta Selatan, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi publik untuk berinteraksi dengan karya-karya kontemporer.

Mengusung tajuk “Road to ICAD 16”, ICAD By The Bay Vol. 4 membawa gambaran awal mengenai arah kuratorial ICAD 16 yang mengangkat tema “Being: Becoming”. Tema tersebut menjadi landasan untuk melihat hubungan antara keberadaan, proses perubahan, serta berbagai kemungkinan yang lahir dari praktik seni dan desain kontemporer.

Menghadirkan Spektrum Seniman dan Galeri

ICAD By The Bay Vol. 4 menghadirkan karya dari sejumlah nama dalam ekosistem seni rupa dan desain Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Ary Okta, Agugn, Mohammad Taufiq (Emte), dan Yusi Yuansa Larasati.

Pameran juga melibatkan sejumlah partisipan galeri melalui kategori Art for Everyone, antara lain Art:1 Gallery, Andi’s Gallery, dan Meiro Gallery. Kehadiran galeri-galeri tersebut memperlihatkan bagaimana seni kontemporer dapat hadir dalam ruang yang lebih terbuka dan menjangkau publik dengan latar belakang yang beragam.

Selain itu, kategori Spotlight menghadirkan karya dari seniman senior seperti Syakieb Sungkar, Ramadhan Bouqie, dan Yani Mariani Sastranegara. Ragam generasi dan pendekatan artistik yang ditampilkan membuat pameran ini menjadi ruang pertemuan antara pengalaman, gagasan, serta perkembangan praktik seni dan desain di Indonesia.

Dengan komposisi tersebut, ICAD By The Bay Vol. 4 menawarkan pengalaman yang tidak hanya berpusat pada satu bentuk ekspresi. Seni, desain, material, gagasan, dan konteks ruang menjadi bagian dari pengalaman pengunjung ketika menelusuri pameran.

Artisan Alley, Mempertemukan Kreativitas dan Produk Lokal

Selain pameran utama, ICAD turut menghadirkan ICAD Artisan Alley yang berlokasi di area Mandapa Lobby. Berbeda dengan format pameran karya seni, Artisan Alley dikembangkan sebagai local curated market yang mempertemukan publik dengan produk-produk kreatif buatan pelaku industri lokal.

ICAD Artisan Alley berlangsung lebih panjang, yakni 18 September hingga 18 Oktober 2026. Area ini menghadirkan berbagai produk dalam kategori Home Decor & Craft, Lifestyle & Accessories, hingga produk lokal berbasis intellectual property (IP).

Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil kreasi seniman, desainer, serta pelaku usaha kecil dan menengah Indonesia. Kehadiran Artisan Alley sekaligus memperlihatkan keterhubungan antara seni, desain, industri kreatif, dan aktivitas ekonomi kreatif yang tumbuh di tingkat lokal.

Konsep tersebut membuat pengalaman pengunjung tidak berhenti pada apresiasi karya. Publik juga dapat melihat bagaimana gagasan kreatif diterjemahkan menjadi produk yang dapat digunakan, dikoleksi, maupun menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Menempatkan Seni dan Desain dalam Ruang Publik yang Lebih Luas

Kehadiran ICAD By The Bay di IDW 2026 juga memperlihatkan perkembangan lanskap penyelenggaraan seni dan desain di Jakarta dan sekitarnya. Pemilihan Indonesia Design District sebagai lokasi membawa pameran ke dalam kawasan yang memang dirancang sebagai salah satu simpul ekosistem desain dan industri kreatif.

Melalui format “Road to ICAD 16”, ICAD By The Bay Vol. 4 menjadi semacam pengantar menuju penyelenggaraan ICAD berikutnya. Tema “Being: Becoming” memberikan konteks yang lebih luas terhadap perjalanan tersebut, dengan mempertemukan karya dari seniman dengan latar, generasi, dan pendekatan yang beragam.

Bagi pengunjung, pameran ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan seni dan desain kontemporer Indonesia dalam suasana yang lebih terbuka. Sementara bagi pelaku kreatif, ruang seperti ini dapat menjadi titik temu antara karya, publik, industri, serta jejaring kreatif yang lebih luas.

ICAD By The Bay Vol. 4 dapat dikunjungi di Emporium Marble, Indonesia Design District (IDD), PIK2 selama periode 18–30 September 2026. Pameran dibuka pukul 11.00–20.00 WIB pada Senin–Kamis, serta 10.00–22.00 WIB pada Jumat–Minggu.

Sementara itu, ICAD Artisan Alley berlangsung hingga 18 Oktober 2026 di area Mandapa Lobby. Informasi lebih lanjut mengenai ICAD By The Bay Vol. 4 dapat diperoleh melalui akun Instagram @ICADArtura dan situs resmi ICAD.

Dengan membawa seni, desain, kerajinan, dan produk kreatif lokal ke dalam satu rangkaian, ICAD By The Bay Vol. 4 menjadi bagian dari upaya memperluas perjumpaan publik dengan ekosistem kreatif Indonesia sekaligus membuka jalan menuju penyelenggaraan ICAD 16.

Diskusi Seniman di ICAD BY THE BAY Vol. 4 di Indonesia Design Week 2026 di Emporium Marble, Kawasan Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.