
LewatLensa.com – Menjelang penayangan perdananya di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026, film drama keluarga Beautiful Pain resmi memperkenalkan Official Poster dan Official Trailer. Film produksi Dapur Film ini membawa kisah tentang kehancuran rumah tangga, pengkhianatan, kekerasan domestik, pelecehan seksual, fitnah, hingga perjuangan seorang ibu untuk bangkit dan merebut kembali kehidupan serta haknya atas kedua anaknya.

Film yang disutradarai Dmaz Brodjonegoro tersebut menempatkan Raihaanun sebagai Niken, seorang perempuan yang harus menghadapi titik terendah dalam hidupnya setelah rumah tangganya bersama Dirga, yang diperankan Baim Wong, berada di ambang kehancuran.
Peluncuran Official Poster dan Official Trailer menjadi kelanjutan dari rangkaian pengenalan film yang sebelumnya telah dimulai melalui materi first look dan teaser. Pada awal September, Beautiful Pain telah memperkenalkan poster awal yang menggunakan visual pecahan kaca sebagai simbol kondisi psikologis seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga.
Raihaanun sebagai Niken, Ibu yang Memilih Bangkit
Dalam Official Poster terbaru, karakter Niken terlihat mendekap kedua anaknya. Visual tersebut mempertegas posisi Niken sebagai seorang ibu yang berada di tengah keluarga yang telah kehilangan keutuhannya, tetapi tetap berusaha memberikan perlindungan kepada anak-anaknya.
Kisah Niken tidak berhenti pada persoalan perceraian. Setelah menghadapi pengkhianatan dalam rumah tangganya, ia berusaha membangun kembali kehidupannya dari nol. Niken kemudian mendapatkan kesempatan untuk meniti karier sebagai aktris.
Namun, ketika mulai mendapatkan ruang untuk berdiri dengan kakinya sendiri, persoalan baru muncul. Ia menghadapi pelecehan seksual dan fitnah yang kemudian berdampak terhadap reputasi serta perjuangannya mempertahankan hak asuh anak.
Gambaran tersebut sejalan dengan sinopsis yang tercatat dalam data Lembaga Sensor Film (LSF), yang menyebut Niken sebagai seorang ibu tunggal yang sedang menghadapi perceraian dengan Dirga dan berusaha mendapatkan pekerjaan agar dapat hidup mandiri sekaligus mempertahankan hak asuh anaknya.
Raihaanun menyebut karakter Niken sebagai peran yang membuatnya harus menyelami luka batin yang sangat dalam.
Menurut Raihaanun, penderitaan Niken menjadi semakin kompleks karena setelah dikhianati suami, ia kembali menghadapi pelecehan dan fitnah ketika berusaha menata kehidupan dari awal.
Namun, bagi Niken, keberadaan kedua anaknya menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah. Karakter tersebut sekaligus menjadi gambaran perempuan yang memilih untuk tidak terus-menerus berada dalam posisi sebagai korban.
Konflik Rumah Tangga Niken dan Dirga
Official Trailer memperlihatkan konflik antara Niken dan Dirga secara lebih terbuka. Hubungan keduanya mengalami keretakan setelah hadirnya perempuan lain yang diperankan Nikita Mirzani.
Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Niken tidak hanya berhadapan dengan kehancuran rumah tangga, tetapi juga harus menghadapi ancaman terhadap reputasi, tekanan sosial, serta persoalan hak asuh anak.
Baim Wong yang memerankan Dirga melihat karakter tersebut sebagai bagian dari gambaran kompleks mengenai relasi dalam kehidupan modern.
Menurutnya, konflik yang dihadirkan Beautiful Pain tidak hanya berkaitan dengan hubungan suami-istri, tetapi juga menyentuh persoalan moral, ego, dan penyesalan. Ia menilai trailer yang telah dirilis baru memperlihatkan sebagian dari konflik yang akan berkembang dalam film secara keseluruhan.
Dmaz Brodjonegoro Bawa Pesan “Fight the Trauma”
Bagi Dmaz Brodjonegoro, Beautiful Pain tidak dibuat semata-mata untuk mengeksploitasi penderitaan karakter utama. Film ini justru berusaha memperlihatkan perjalanan seorang penyintas ketika berhadapan dengan trauma dan berusaha mengambil kembali kendali atas kehidupannya.
“Official trailer ini merangkum esensi dari pesan ‘Fight the Trauma’. Kami tidak ingin mengeksploitasi penderitaan, melainkan memperlihatkan proses manusiawi seorang penyintas,” ujar Dmaz Brodjonegoro.
Pertanyaan utama yang ingin dibawa film tersebut adalah bagaimana seseorang menghadapi pengkhianatan, fitnah, dan trauma tanpa membiarkan dirinya terjebak selamanya dalam posisi sebagai korban.
Dmaz sendiri menandai Beautiful Pain sebagai debutnya dalam penyutradaraan film panjang. Sebelumnya ia dikenal melalui sejumlah karya film pendek, iklan, dan video musik.
Nikita Mirzani Debut sebagai Executive Producer
Selain menjadi salah satu pemeran, Nikita Mirzani memiliki posisi penting di balik produksi Beautiful Pain sebagai Executive Producer. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu babak baru dalam perjalanan kariernya di industri film.
Nikita menilai cerita yang diangkat Beautiful Pain memiliki kedekatan dengan berbagai realitas yang dialami perempuan, khususnya mereka yang harus menghadapi pengkhianatan, fitnah, keterbatasan dukungan keluarga, serta perjuangan membesarkan anak.
“Bagi saya pribadi, Beautiful Pain adalah pembuktian. Ini bukan proyek numpang nama,” kata Nikita.
Ia menegaskan bahwa film tersebut ingin mengajak perempuan untuk berani bersuara dan bangkit dari kondisi paling sulit.
Debut Nikita sebagai Executive Producer sebelumnya telah menjadi bagian dari pengumuman proyek ini. Saat tanggal tayang diumumkan, ia menyampaikan harapan agar film tersebut dapat membuka ruang diskusi mengenai pengalaman orang-orang yang pernah mengalami luka dan trauma.
Hanung Bramantyo: Ruang untuk Menceritakan Diri
Sebagai salah satu produser, Hanung Bramantyo juga memberikan dukungan terhadap proyek ini. Ia berharap Beautiful Pain dapat menemukan tempat di hati penonton sekaligus menjadi ruang bagi Nikita Mirzani untuk menyampaikan sisi lain dirinya melalui karya film.
Hanung juga menyampaikan apresiasinya kepada Nikita atas kesempatan untuk bersama-sama menghadirkan cerita yang menurutnya penting untuk dibicarakan.
Keterlibatan Hanung berada dalam jajaran kreatif utama film bersama Dmaz Brodjonegoro dan Titien Wattimena sebagai penulis skenario. Data LSF mencatat Hanung Bramantyo, Nikita Mirzani, dan Hesti Purwaningsih sebagai produser film tersebut.
Terinspirasi Realitas Sosial
Salah satu kekuatan utama Beautiful Pain berada pada isu sosial yang menjadi fondasi ceritanya. Film ini mengangkat persoalan kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, pengkhianatan, relasi kuasa, stigma, serta perjuangan seorang ibu dalam mempertahankan keluarganya.
LSF mencatat tema film ini sebagai kisah ibu tunggal yang mengalami KDRT dan kekerasan seksual. Beautiful Pain juga diklasifikasikan untuk penonton 17 tahun ke atas dan memiliki durasi sekitar 99 menit.
Dengan demikian, film ini membawa isu yang lebih luas daripada sekadar konflik perselingkuhan. Perjalanan Niken menjadi gambaran tentang bagaimana seseorang berusaha keluar dari situasi yang merusak dirinya, membangun kembali kemandirian, dan memperjuangkan hak atas kehidupan serta keluarganya.
Jajaran Pemain
Beautiful Pain diperkuat sejumlah aktor dan aktris Indonesia. Selain Raihaanun sebagai Niken dan Baim Wong sebagai Dirga, film ini menghadirkan Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan Alparezi.
Sejumlah sumber film juga mencantumkan Willem Bevers, Anastasia Herzigova, serta Berliana Lovell dalam jajaran pemeran.
Keberadaan para pemain tersebut menjadi bagian dari upaya film membangun konflik keluarga dan drama psikologis yang tidak hanya berpusat pada hubungan Niken dan Dirga, tetapi juga lingkungan sosial di sekitar mereka.
Bukan Sekadar Drama Keluarga
Melalui perjalanan Niken, Beautiful Pain mencoba menempatkan trauma sebagai bagian dari proses seseorang untuk menemukan kembali kekuatan dirinya.
Ketika kehidupan yang sebelumnya dianggap aman berubah menjadi sumber tekanan, Niken harus mengambil keputusan besar. Ia memilih meninggalkan situasi yang menyakitkan, memulai kehidupan dari nol, dan berusaha mendapatkan kembali hak untuk menentukan masa depannya sendiri.
Konflik tersebut kemudian berkembang ketika reputasi Niken dipertaruhkan dan hak asuh kedua anaknya ikut terancam. Dukungan orang-orang terdekat menjadi salah satu faktor yang membantunya menghadapi sistem dan lingkungan yang dianggap tidak berpihak.
Sinopsis resmi film juga menempatkan perjuangan Niken sebagai upaya untuk mendapatkan kembali martabat, keluarga, dan suaranya sebagai seorang perempuan.
Tayang 22 Oktober 2026
Beautiful Pain dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini menjadi salah satu rilisan drama Indonesia yang membawa isu kekerasan domestik, kekerasan seksual, trauma, dan perjuangan perempuan ke dalam cerita layar lebar.
Bagi penonton yang ingin mengetahui lebih jauh konflik Niken, Dirga, serta perjalanan karakter-karakter lainnya, Official Trailer Beautiful Pain telah diperkenalkan melalui kanal YouTube resmi Dapur Film serta akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.
Dengan pesan utama “Fight the Trauma”, film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang perempuan yang menghadapi kehancuran rumah tangga, kehilangan, fitnah, dan trauma, sebelum akhirnya berusaha menentukan kembali arah hidupnya.
Saksikan Beautiful Pain mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia.