“Lingsir Wengi: Motel Malioboro” Rilis Official Poster dan Trailer, Ungkap Petunjuk Awal Misteri

Press Conference Perilisan Official Poster & Official Trailer Film “Lingsir Wengi: Motel Malioboro” (Foto: I Wayan Bagiartana)

LewatLensa.com – Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita yang mengangkat misteri dan teror bernuansa lokal melalui Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Film produksi Lab Pictures tersebut mulai membuka sedikit demi sedikit misteri yang menjadi bagian penting dalam ceritanya melalui peluncuran official poster dan official trailer.

Official Poster Film “Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Peluncuran materi promosi tersebut menjadi kesempatan pertama bagi publik untuk melihat lebih dekat atmosfer, karakter, serta potongan cerita yang akan dibawa film arahan sutradara Adhe Dharmastriya. Meski sejumlah visual dan petunjuk mulai diperlihatkan, film ini tetap menyimpan sejumlah pertanyaan yang baru akan terjawab ketika penonton menyaksikan ceritanya secara utuh.

Sebelumnya, Lingsir Wengi: Motel Malioboro juga telah diperkenalkan melalui teaser poster yang menegaskan posisinya sebagai salah satu film horor Indonesia yang dipersiapkan untuk tayang pada Oktober 2026. Film ini membawa latar dan mitos yang berkaitan dengan istilah lingsir wengi, sekaligus menjadikannya bagian dari dunia cerita yang dibangun oleh tim produksi.

Bukan Sekadar Film Horor

Lingsir Wengi: Motel Malioboro tidak hanya mengandalkan unsur teror dan kejutan. Sutradara Adhe Dharmastriya menyebut film ini juga memadukan sejumlah unsur cerita seperti petualangan, persahabatan, pengkhianatan, hingga kisah cinta.

Menurut Adhe, seluruh elemen tersebut saling berkaitan dengan perjalanan para karakter. Di balik ketegangan dan misteri yang dihadirkan, terdapat pula cerita mengenai keikhlasan serta proses seseorang dalam belajar menerima dan melepaskan.

LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO bukan hanya tentang horor. Ada petualangan, persahabatan, pengkhianatan, dan kisah cinta yang saling terhubung dalam perjalanan para karakternya. Di balik semua ketegangan dan misterinya, film ini juga bercerita tentang keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima dan melepaskan,” ujar Adhe Dharmastriya.

Menurutnya, perpaduan berbagai elemen tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menempatkan penonton dalam situasi menegangkan, tetapi juga membawa mereka mengikuti perjalanan emosional para karakter.

Pendekatan tersebut membuat Lingsir Wengi: Motel Malioboro memiliki cakupan cerita yang lebih luas dibandingkan sekadar menghadirkan rangkaian adegan horor.

Poster dan Trailer Menjadi Petunjuk Awal

Official poster dan trailer yang baru diluncurkan memperlihatkan atmosfer gelap dan intens yang menjadi bagian dari film. Sejumlah visual yang ditampilkan memberikan gambaran mengenai karakter serta situasi yang akan mereka hadapi, tetapi belum membuka keseluruhan cerita.

Potongan-potongan adegan dalam trailer justru menjadi semacam petunjuk awal bagi penonton untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi. Dinamika antarkarakter juga mulai terlihat, sementara atmosfer cerita secara perlahan membawa mereka menuju sebuah misteri.

Penulis skenario Evelyn Afnilia mengatakan, kekuatan rasa penasaran dalam film ini dibangun melalui cerita dan karakter. Karena itu, materi promosi sengaja memberikan gambaran awal tanpa mengungkap seluruh bagian penting dari film.

“Bagi saya, yang menarik dari LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO adalah bagaimana rasa penasaran dibangun dari cerita dan karakter. Jadi ketika penonton melihat poster dan trailer, mereka mendapatkan sedikit gambaran, tetapi masih ada banyak hal yang baru bisa mereka temukan ketika menonton filmnya secara utuh,” kata Evelyn Afnilia.

Pernyataan tersebut sejalan dengan materi trailer yang memperlihatkan sejumlah situasi misterius tanpa memberikan jawaban secara keseluruhan. Dengan demikian, penonton diajak memasuki dunia cerita melalui potongan-potongan informasi yang tersedia.

Putik dan Teror yang Berawal dari Sebuah Motel

Informasi sinopsis yang beredar mengenai film ini memperkenalkan sosok Putik, karakter yang memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata.

Cerita kemudian berkembang ketika kemampuan tersebut bersinggungan dengan sebuah misteri yang berada di lingkungan motel. Dalam materi yang telah dipublikasikan, teror tidak hanya hadir sebagai gangguan, tetapi secara perlahan berkaitan dengan masa lalu serta rahasia yang tersimpan di tempat tersebut.

Sebuah lagu menjadi salah satu pemicu awal teror. Setelah lagu tersebut diputar, gangguan mulai mengikuti para karakter. Penglihatan mengerikan membawa Putik menuju masa lalu motel, sementara sebuah kekuatan yang dipenuhi amarah mulai menjadikan kemampuan Putik sebagai pintu masuk.

Ketika teror semakin kuat, rahasia yang selama ini tersembunyi mulai berkaitan dengan konflik di antara para karakter. Putik kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa sosok yang mereka bangunkan bukan sekadar ingin berkomunikasi, melainkan membawa kemarahan dan tuntutan yang harus dihadapi.

Informasi mengenai alur tersebut memberikan gambaran bahwa konflik dalam film tidak berhenti pada kehadiran makhluk gaib, tetapi juga berhubungan dengan rahasia masa lalu dan hubungan antarkarakter.

Deretan Pemain Membawa Karakter yang Beragam

Untuk menghidupkan cerita tersebut, Lingsir Wengi: Motel Malioboro menghadirkan sejumlah pemeran dari berbagai latar belakang.

Jajaran pemainnya terdiri dari Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, Vinessa Inez, Zahra Macapagal, Wina Marino, Shafa Afisah, dan Elma Lita.

Sejumlah basis data film juga mencatat nama-nama tersebut dalam jajaran pemain, dengan Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, Alif Rivelino dan Vinessa Inez termasuk di antara pemeran yang tercantum.

Kehadiran para pemain dengan karakter yang berbeda menjadi bagian dari dinamika cerita. Melalui trailer, penonton mulai diperkenalkan pada hubungan dan interaksi antarkarakter yang nantinya membawa mereka semakin dekat dengan misteri di motel tersebut.

Lab Pictures Hadirkan Horor dengan Unsur Misteri dan Petualangan

Lingsir Wengi: Motel Malioboro menjadi salah satu proyek film yang diproduksi oleh Lab Pictures. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan mengenai proyek tersebut, film ini menggabungkan genre horor dengan unsur thriller dan petualangan.

Selain Adhe Dharmastriya sebagai sutradara dan Evelyn Afnilia sebagai penulis, tim kreatif yang tercantum dalam materi film antara lain Elsaputra D Justia dan Richard Suwandi sebagai eksekutif produser, serta Jason C dan Adhe Dharmastriya sebagai produser. Sementara itu, penata kamera dipercayakan kepada Reynaldo Hasan, penyunting gambar Dani Ramadhan, penata musik Ganden Bramanto, dan penata artistik Samuel Eza.

Kombinasi tim tersebut memperkuat pendekatan film yang tidak hanya berfokus pada unsur jumpscare, tetapi juga membangun atmosfer, karakter, serta misteri yang berkembang sepanjang cerita.

Produser Eksekutif: Penonton Diajak Menemukan Cerita Sendiri

Elsaputra D Justia, selaku Produser Eksekutif, mengatakan bahwa peluncuran official poster dan trailer merupakan langkah penting untuk memperkenalkan film kepada publik.

Menurutnya, materi promosi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran mengenai atmosfer sekaligus dunia cerita Lingsir Wengi: Motel Malioboro, tanpa menghilangkan ruang bagi penonton untuk menemukan sendiri cerita lengkapnya di bioskop.

“Melalui poster dan trailer ini, kami ingin memberikan gambaran mendalam, simbolik serta imajinasi liar tentang LINGSIR WENGI – MOTEL MALIOBORO sekaligus memperkenalkan atmosfer horor yang menjadi bagian penting dari film ini. Kami berharap rasa penasaran yang muncul akan memotivasi penonton ingin melihat dan menemukan sendiri cerita lengkapnya di bioskop,” ujar Elsaputra D Justia.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan strategi promosi film yang menjadikan rasa penasaran sebagai salah satu daya tarik utama. Trailer memberikan cukup informasi untuk memperkenalkan dunia dan karakter, tetapi tetap mempertahankan sejumlah misteri hingga film diputar secara utuh.

Siap Hadir di Bioskop Oktober 2026

Dengan peluncuran official poster dan official trailer, perjalanan promosi Lingsir Wengi: Motel Malioboro memasuki tahap berikutnya. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop-bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026, berdasarkan informasi resmi yang tercantum dalam materi peluncuran.

Sementara itu, sejumlah basis data film internasional saat ini mencantumkan tanggal rilis Oktober yang berbeda, sehingga tanggal penayangan sebaiknya mengikuti pengumuman resmi dari pihak produksi dan distribusi.

Menjelang penayangannya, publik masih akan dibuat bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik misteri motel tersebut. Poster dan trailer memang mulai membuka pintu menuju cerita, tetapi sejumlah rahasia tetap disimpan untuk ditemukan penonton ketika film hadir di layar lebar.

Bagi pencinta film horor Indonesia, Lingsir Wengi: Motel Malioboro menawarkan perpaduan antara teror, misteri, petualangan, persahabatan, konflik, dan perjalanan emosional para karakternya.

Temukan misterinya di bioskop mulai 22 Oktober 2026.

Informasi terbaru dan berbagai kejutan mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @filmlingsirwengi.

Official Trailer Film “Lingsir Wengi: Motel Malioboro”

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.