
LewatLensa.com – Lomba Sihir bersiap membawa perjalanan musik mereka ke sebuah panggung yang lebih besar melalui “Konser Ujung Dunia”, pertunjukan tunggal yang akan digelar pada Sabtu, 21 November 2026 di Basketball Hall, Komplek GBK Senayan, Jakarta.
Konser tersebut dipromotori oleh Northstar Entertainment dan diposisikan bukan sekadar sebagai pertunjukan musik, melainkan sebagai perayaan perjalanan Lomba Sihir sekaligus bentuk apresiasi kepada para penggemar yang selama ini dikenal sebagai Peserta Lomba Sihir.
Informasi mengenai konser ini telah diumumkan sejak awal Agustus 2026. Dalam berbagai pemberitaan, “Konser Ujung Dunia” disebut sebagai salah satu pertunjukan dengan skala produksi terbesar yang pernah dipersiapkan Lomba Sihir sepanjang perjalanan mereka.
Digelar 21 November di Basketball Hall, Komplek GBK Senayan Jakarta
“Konser Ujung Dunia” akan berlangsung pada 21 November 2026 di Basketball Hall, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Pemilihan venue tersebut menjadi bagian dari upaya Lomba Sihir menghadirkan pertunjukan dengan skala yang lebih besar dibandingkan sejumlah penampilan mereka sebelumnya. Lomba Sihir selama ini memang telah tampil di berbagai festival maupun konser mandiri, namun konser kali ini dirancang secara khusus sebagai sebuah pertunjukan tunggal yang memberikan ruang lebih luas bagi eksplorasi musikal dan artistik mereka.
Melalui akun resmi mereka, Lomba Sihir menggambarkan “Konser Ujung Dunia” sebagai perayaan perjalanan Lomba Sihir dan seluruh kebersamaan yang telah membawa mereka sampai pada titik tersebut.
Dengan demikian, konser ini memiliki arti penting bagi perjalanan grup yang beranggotakan Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra atau Hindia.
Merayakan Lima Tahun Perjalanan Lomba Sihir
Lomba Sihir resmi berdiri sebagai grup mandiri pada 2021 . Sebelumnya, para personelnya telah dipertemukan dalam berbagai aktivitas bermusik, termasuk sebagai band pengiring pertunjukan Hindia.
Lima tahun perjalanan sebagai sebuah grup menjadi salah satu alasan utama di balik penyelenggaraan “Konser Ujung Dunia”.
Vokalis Lomba Sihir, Natasha Udu, menjelaskan bahwa konser tersebut menjadi bentuk perayaan atas perjalanan grup yang masih relatif muda sekaligus ungkapan terima kasih kepada para pendengar yang telah menemani mereka selama lima tahun.
“Konser Ujung Dunia ini merayakan Lomba Sihir yang masih seumur jagung sekaligus menjadi persembahan untuk penggemar kami, Peserta Lomba Sihir, yang sudah bersama kami selama lima tahun.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hubungan antara Lomba Sihir dan pendengarnya menjadi salah satu fondasi utama konser ini.
Rayhan Noor juga melihat konser tersebut sebagai ruang untuk merayakan hubungan yang selama ini tumbuh melalui karya-karya Lomba Sihir.
Bagi mereka, lagu bukan hanya materi yang dimainkan di atas panggung. Sejumlah karya Lomba Sihir telah menjadi bagian dari cerita dan pengalaman personal pendengarnya. Karena itu, “Konser Ujung Dunia” dirancang sebagai momentum untuk mempertemukan cerita para personel dengan cerita para pendengar dalam sebuah perayaan bersama.
Bukan Sekadar Konser, tetapi Pengalaman Menyeluruh
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Luc Coffee, Jakarta Selatan, Kamis, 3 September 2026, Lomba Sihir kembali menjelaskan sejumlah gagasan di balik konser tersebut.
Natasha Udu menyampaikan bahwa tampil dalam sebuah konser tunggal memberikan kebebasan yang lebih luas dibandingkan ketika mereka tampil dalam format festival. Durasi pertunjukan, penyusunan lagu, hingga konsep keseluruhan dapat dikembangkan dengan lebih leluasa.
Lomba Sihir juga ingin memperhatikan pengalaman penonton sejak mereka datang ke lokasi hingga konser berakhir. Dengan demikian, “Konser Ujung Dunia” tidak hanya dipandang sebagai rangkaian lagu, tetapi sebagai pengalaman pertunjukan secara utuh.
Baskara Putra alias Hindia turut menyatakan antusiasmenya terhadap skala produksi tersebut. Menurutnya, Lomba Sihir belum pernah mengerjakan pertunjukan dengan skala seperti ini sehingga konser tersebut menjadi kesempatan untuk membawa berbagai gagasan kreatif mereka ke level yang lebih besar.
Sejumlah ide yang sebelumnya pernah dicoba dalam pertunjukan tertentu juga akan dikembangkan kembali dengan pendekatan produksi yang lebih besar, termasuk dari sisi tata suara dan pengalaman panggung.
Lebih dari 20 Lagu dan Aransemen Baru
Salah satu daya tarik utama “Konser Ujung Dunia” adalah repertoar yang disiapkan Lomba Sihir.
Grup ini berencana membawakan lebih dari 20 lagu, yang mencakup materi dari dua album mereka, yakni “Selamat Datang di Ujung Dunia” (2021) dan “Obrolan Jam 3 Pagi” (2025).
Sejumlah lagu yang telah dikenal para pendengar, antara lain “Hati dan Paru-Paru”, “Mungkin Takut Perubahan”, “Semua Orang Pernah Sakit Hati”, “Ribuan Memori”, “Selamanya”, dan “Andai Saja”, termasuk dalam materi yang dipersiapkan untuk pertunjukan.
Namun, Lomba Sihir tidak ingin sekadar mengulang penampilan-penampilan yang sudah pernah mereka lakukan.
Keyboardis Tristan Juliano mengungkapkan bahwa akan ada sejumlah lagu yang jarang dibawakan secara langsung. Lagu-lagu tersebut juga akan mendapatkan aransemen baru yang disiapkan khusus untuk konser.
“Kejutan” menjadi salah satu elemen yang sengaja disimpan oleh Lomba Sihir. Beberapa personel memilih tidak membocorkan terlalu banyak detail agar penonton dapat mengalami sendiri pertunjukan tersebut pada hari pelaksanaan.
Enrico Octaviano juga menyebut adanya sejumlah unsur kejutan serta pengaturan ulang terhadap lagu-lagu yang telah dirilis. Tujuannya adalah agar penonton dapat menikmati sisi lain dari musik Lomba Sihir ketika dibawakan secara langsung.
Beririsan dengan Era “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi”
“Konser Ujung Dunia” juga hadir berdekatan dengan perkembangan terbaru dalam perjalanan kreatif Lomba Sihir.
Setelah merilis album kedua “Obrolan Jam 3 Pagi”, Lomba Sihir melanjutkan percakapan kreatif mereka melalui edisi lanjutan atau deluxe bertajuk “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi”.
Materi tersebut menghadirkan lima lagu tambahan yang memperluas cerita dari album sebelumnya. Di antaranya adalah “Cerita Cinta”, “Hampir”, “Vas Bunga”, “Di Seberang”, dan “Sedikit demi Sedikit”.
Kehadiran materi baru tersebut membuat “Konser Ujung Dunia” memiliki konteks yang semakin kuat. Para penggemar tidak hanya akan diajak menengok kembali perjalanan Lomba Sihir sejak album pertama, tetapi juga menyaksikan perkembangan musikal mereka melalui materi yang lebih baru.
Dalam konferensi pers 3 September, para personel menjelaskan bahwa lagu-lagu baru tersebut lahir dari proses kreatif kolektif. Para personel kembali duduk bersama, bertukar cerita dan mengembangkan musik berdasarkan respons satu sama lain.
Proses tersebut sejalan dengan karakter Lomba Sihir yang menjadikan “obrolan” sebagai bagian penting dari proses kreatif mereka.
Lomba Sihir Ingin Musiknya Menemani Pendengar
Lebih dari sekadar mengejar kemegahan produksi, Lomba Sihir juga menempatkan hubungan dengan pendengar sebagai bagian penting dari konser.
Natasha Udu dalam konferensi pers 3 September menyampaikan harapan agar karya-karya Lomba Sihir dapat memberikan manfaat bagi mereka yang mendengarkannya, termasuk menjadi teman dalam keseharian.
Harapan tersebut menjadi relevan dengan konsep “Konser Ujung Dunia”, yang sejak awal disebut sebagai persembahan bagi Peserta Lomba Sihir.
Sementara itu, Enrico Octaviano menekankan keinginan agar penonton dapat menikmati berbagai spektrum musik Lomba Sihir dalam satu pertunjukan.
Northstar Entertainment sebagai Promotor
“Konser Ujung Dunia” diselenggarakan oleh Northstar Entertainment, dengan Lomba Sihir sebagai penampil utama. Materi resmi konser juga mencantumkan Sun Eater dan Northstar Entertainment sebagai pihak yang mempersembahkan acara tersebut.
Dalam konferensi pers pada 3 September 2026 di Luc Coffee, Jakarta Selatan, Northstar Entertainment hadir melalui perwakilannya, Direktur Operasional Chairri Ibrahim.
Kehadiran pihak promotor dalam konferensi pers tersebut menjadi bagian dari penjelasan mengenai kesiapan penyelenggaraan konser. Sejumlah pemberitaan yang terbit setelah konferensi pers juga menegaskan bahwa penyelenggara mempersiapkan pertunjukan ini sebagai konser dengan skala produksi lebih besar serta pengalaman yang berbeda dari penampilan Lomba Sihir sebelumnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Northstar Entertainment juga memastikan akses tiket tersedia bagi penggemar melalui kanal resmi konser.
Harga Tiket dan Kategori
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan “Konser Ujung Dunia”, panitia menyediakan beberapa pilihan tiket.

Rinciannya adalah:
Festival — Rp450.000
Area penonton berdiri.
Tribune — Rp650.000
Area penonton dengan tempat duduk.
Premium Add On — Rp450.000
Paket tambahan yang menawarkan fasilitas serta merchandise eksklusif.
Harga tiket tersebut diberitakan belum termasuk pajak dan biaya administrasi.
Kehadiran Premium Add On memberikan pilihan tambahan bagi penonton yang menginginkan pengalaman dan merchandise khusus di luar tiket pertunjukan utama.
Tiket Dibeli Melalui Situs Resmi
Tiket “Konser Ujung Dunia” tersedia melalui situs resmi Lomba Sihir, yaitu http://www.lombasihiryes.com.
Penjualan diawali dengan fan presale pada 5 Agustus 2026 yang diperuntukkan bagi anggota WhatsApp Group Peserta Lomba Sihir. Sementara general sale dibuka pada 8 Agustus 2026 melalui situs resmi tersebut.
Calon penonton disarankan melakukan pembelian melalui kanal resmi untuk mendapatkan informasi tiket dan ketentuan acara yang paling mutakhir.
“Konser Ujung Dunia” sebagai Titik Temu Perjalanan Lomba Sihir
Lomba Sihir tumbuh dari sebuah proyek musik yang kemudian berkembang menjadi grup dengan identitas dan basis penggemarnya sendiri.
Kini, lima tahun setelah resmi berdiri sebagai grup mandiri, mereka memilih merayakan perjalanan tersebut melalui sebuah pertunjukan yang skalanya lebih besar.
“Konser Ujung Dunia” menjadi titik temu dari beberapa fase perjalanan Lomba Sihir: karya-karya dari album pertama, perkembangan musikal dalam album kedua, materi baru dari “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi”, serta hubungan mereka dengan komunitas Peserta Lomba Sihir.
Pertunjukan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi Lomba Sihir untuk memperlihatkan sisi yang mungkin tidak selalu dapat mereka hadirkan ketika tampil dalam format festival.
Lebih dari 20 lagu, aransemen baru, sejumlah nomor yang jarang dimainkan, tata panggung yang dikembangkan secara khusus, serta berbagai kejutan menjadi bagian dari pertunjukan yang tengah dipersiapkan.
Karena itu, 21 November 2026 bukan sekadar tanggal pertunjukan bagi Lomba Sihir. Malam tersebut diproyeksikan menjadi sebuah perayaan perjalanan—tentang musik, persahabatan, proses kreatif, dan terutama hubungan antara Lomba Sihir dengan para Peserta Lomba Sihir yang telah tumbuh bersama mereka sejak awal.
Dengan Northstar Entertainment sebagai promotor, Basketball Hall, Komplek GBK Senayan akan menjadi tempat Lomba Sihir mempertemukan seluruh perjalanan tersebut dalam satu malam melalui “Konser Ujung Dunia”.
Dan seperti pesan yang disampaikan para personel kepada penggemarnya, persiapan menuju malam tersebut tidak hanya soal mengamankan tiket, tetapi juga menjaga kondisi dan menghafalkan lagu-lagu yang akan dinyanyikan bersama dari awal hingga akhir pertunjukan.
