Paket Santet: Teror dari Sebuah Kiriman, Ketika Luka Lama Menjadi Dendam yang Menghantui

LewatLensa.com – Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah penuh ketegangan melalui film terbaru produksi BASE Entertainment berjudul Paket Santet. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan unsur santet, misteri, gore, serta teror psikologis yang berangkat dari fenomena sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan sekadar menghadirkan sosok menyeramkan atau kejadian supranatural, Paket Santet mengangkat gagasan tentang bagaimana luka masa lalu yang tidak terselesaikan dapat kembali muncul dalam bentuk teror yang mengancam kehidupan seseorang.

Film yang ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo ini diproduseri oleh Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson. Cerita berpusat pada tujuh sahabat, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), yang tiba-tiba menjadi target sebuah kiriman misterius.

Namun, paket yang awalnya terlihat seperti kiriman biasa justru menjadi awal dari rangkaian kejadian mengerikan. Teror demi teror mulai bermunculan, bahkan mengakibatkan hilangnya nyawa satu per satu. Ketujuh karakter tersebut kemudian menyadari bahwa kejadian yang mereka alami bukan sebuah kebetulan, melainkan bagian dari sebuah rencana yang berkaitan dengan masa lalu mereka.

Ketika Paket Belanja Online Berubah Menjadi Sumber Teror

Salah satu daya tarik utama Paket Santet terletak pada konsep cerita yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat modern. Kebiasaan menerima paket dari layanan belanja online yang kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang, diubah menjadi pintu masuk menuju sebuah mimpi buruk.

Bagi produser Shanty Harmayn, ide tersebut menjadi titik awal untuk mengeksplorasi hubungan antara tindakan manusia dan konsekuensi yang mungkin muncul di kemudian hari.

Paket Santet berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi?” ujar Shanty.

Menurut Shanty, BASE Entertainment ingin menghadirkan film horor yang tidak hanya mengandalkan elemen ketakutan, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk melakukan refleksi terhadap perilaku dan hubungan mereka dengan orang lain.

Melalui cerita tersebut, film ini mencoba mengingatkan bahwa sebuah tindakan yang dianggap kecil oleh seseorang bisa saja meninggalkan dampak besar bagi orang lain.

Horor yang Berasal dari Luka Manusia

Press Conference Film “Paket Santet”, Selasa 18/08/2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta

Bagi sutradara Dinna Jasanti, Paket Santet menjadi pengalaman pertamanya menggarap film bergenre horor. Ia memilih pendekatan yang lebih membumi dengan menghadirkan ketakutan yang berasal dari pengalaman emosional manusia.

Menurut Dinna, horor tidak selalu harus bersumber dari sesuatu yang tidak terlihat. Rasa takut juga dapat muncul dari kehilangan, hubungan keluarga, persahabatan, hingga luka batin yang belum selesai.

“Ketakutan kehilangan, itu juga ketakutan. Ketakutan untuk hantu, itu juga ketakutan. Tapi itu kan semua muncul dari pertumbuhan kita di keluarga, persahabatan kita, temenan, dan lain-lain,” kata Dinna.

Pendekatan tersebut membuat Paket Santet tidak hanya berfokus pada adegan teror, tetapi juga membangun hubungan emosional antar karakter. Konflik persahabatan dan rahasia masa lalu menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer cerita.

Dinna mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam film ini adalah menemukan keseimbangan antara drama dan horor. Ia ingin memastikan bahwa setiap teror yang hadir memiliki alasan emosional dan berkaitan dengan perjalanan karakter.

Fatih Unru: Luka Kecil Bisa Menjadi Masalah Besar

Fatih Unru yang memerankan karakter Deva melihat bahwa cerita dalam Paket Santet memiliki kedekatan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Menurutnya, film ini mengangkat persoalan yang sering terjadi dalam hubungan pertemanan, yakni tindakan kecil yang tanpa disadari dapat melukai orang lain.

Paket Santet membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain,” ujar Fatih.

Melalui karakter Deva, Fatih juga menyoroti isu perundungan yang terkadang muncul dalam bentuk yang dianggap sepele. Sebuah candaan yang bagi satu pihak terasa biasa saja, bisa meninggalkan trauma mendalam bagi pihak lain.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini, bahwa manusia perlu lebih berhati-hati terhadap ucapan maupun tindakan yang diberikan kepada orang lain.

Pesan Kiki: Perhatikan Perkataan dan Sikap

Azela Putri, pemeran Kiki, turut menekankan pentingnya menjaga sikap dalam kehidupan sosial. Menurutnya, seseorang tidak pernah benar-benar mengetahui sejauh mana dampak dari perkataan atau tindakan mereka terhadap orang lain.

Melalui perjalanan karakter dalam Paket Santet, penonton diajak melihat bahwa hubungan antar manusia dapat menyimpan banyak hal yang tidak terlihat. Sebuah konflik yang dianggap telah selesai belum tentu benar-benar berakhir bagi seseorang yang merasa terluka.

Dengan memadukan elemen supernatural, misteri, gore, dan drama persahabatan, film ini menghadirkan pertanyaan besar mengenai rasa bersalah, penyesalan, dan konsekuensi dari tindakan manusia.

Paket Santet menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak selalu bisa dikubur begitu saja. Luka yang pernah diberikan mungkin terlupakan oleh pelaku, tetapi bisa terus hidup dalam ingatan orang yang menerimanya.

Film horor produksi BASE Entertainment ini telah tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026, membawa pengalaman teror yang tidak hanya menguji keberanian penonton, tetapi juga mengajak mereka merenungkan kembali arti sebuah hubungan dan dampak dari setiap tindakan.

Official Trailer Film “Paket Santet” – Tayang Mulai 27 Agustus 2026

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.