
LewatLensa.com – Sosok inspiratif asal Papua, Agustine Ariella Nere atau yang lebih dikenal sebagai Putri Nere, akan menjadi salah satu wajah utama dalam perhelatan Glenn Fredly Kembali Ke Timur yang akan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Lapangan Hockey Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam perayaan yang mengangkat semangat kebersamaan dan kebudayaan Indonesia Timur tersebut, Putri Nere dipercaya menjadi host bersama presenter dan entertainer John Yewen.
Kepercayaan untuk memandu salah satu perayaan budaya terbesar bagi masyarakat Indonesia Timur itu disambut Putri Nere dengan penuh rasa syukur dan antusiasme. Artis, presenter, moderator, aktivis sosial, sekaligus tokoh inspiratif asal Papua tersebut mengaku sempat terkejut ketika menerima tawaran menjadi pembawa acara.
“Saya benar-benar surprised ketika dihubungi. Rasanya bangga, senang, sekaligus excited karena dipercaya menjadi bagian dari acara yang sangat penting ini. Glenn Fredly Kembali Ke Timur bukan hanya sebuah konser, tetapi sebuah perayaan bagi orang-orang Indonesia Timur,” ujar Putri Nere saat wawancara melalui Zoom.
Momen ini juga menjadi pengalaman baru bagi Putri Nere karena untuk pertama kalinya ia akan berpasangan dengan Yewen sebagai host dalam satu panggung. Meski belum pernah memandu acara bersama, keduanya telah lama saling mengenal melalui berbagai kegiatan sehingga diyakini akan mampu membangun chemistry yang kuat saat tampil di depan ribuan penonton.
“Saya dan Kak Yewen memang baru pertama kali menjadi host bersama, tetapi kami sudah sering bertemu di berbagai acara. Jadi membangun chemistry tentu akan lebih mudah. Apalagi Kak Yewen terkenal dengan joke-joke yang selalu menghibur. Kehadiran beliau pasti akan membuat suasana menjadi hidup dan seru,” katanya.
Putri Nere mengungkapkan dirinya telah mengikuti briefing serta menerima rundown acara secara menyeluruh. Pembagian tugas antara dirinya dan Yewen pun sudah dipersiapkan dengan baik sehingga keduanya optimistis dapat menghadirkan suasana hangat sekaligus penuh energi selama acara berlangsung.
“Sudah ada pembagian tugas di beberapa segmen. Karena kami sudah saling mengenal, nanti di atas panggung tinggal mengalir saja. Saya yakin acaranya akan berlangsung sangat menyenangkan,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Konser
Bagi Putri Nere, Glenn Fredly Kembali Ke Timur memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar sebuah pertunjukan musik. Menurutnya, acara ini merupakan ruang perayaan identitas, budaya, serta kebersamaan masyarakat Indonesia Timur.
“Ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul orang Timur. Ini adalah perayaan identitas. Di sini bukan hanya para musisi yang berkumpul, tetapi juga ada budaya makan bersama melalui Makan Patita, berbagai pertunjukan seni budaya, hingga kolaborasi lintas generasi. Semua itu menunjukkan kekayaan budaya Indonesia Timur,” jelasnya.
Salah satu agenda yang paling dinantikannya adalah tradisi Makan Patita, sebuah budaya makan bersama yang berasal dari Maluku dan menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, serta rasa syukur.
Menurut Putri Nere, tradisi tersebut sudah saatnya diperkenalkan lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia karena memiliki nilai pemersatu yang sangat kuat.
“Makan Patita adalah cara kami merayakan kebersamaan. Lewat makanan kami saling berkomunikasi, berbagi, dan mempererat hubungan. Tradisi ini bukan hanya milik orang Indonesia Timur, tetapi bisa menjadi budaya yang dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Glenn Fredly, Pahlawan bagi Seniman Indonesia Timur
Dalam kesempatan tersebut, Putri Nere juga menyampaikan rasa hormatnya kepada mendiang Glenn Fredly, sosok yang menurutnya telah menjadi simbol perjuangan bagi para seniman Indonesia Timur.
Ia menilai Glenn Fredly merupakan figur yang tanpa lelah membuka jalan bagi talenta-talenta dari kawasan timur Indonesia agar memperoleh kesempatan yang sama di industri kreatif nasional.
“Bung Glenn adalah sosok yang luar biasa. Bagi kami, beliau bisa dikatakan seorang pahlawan. Beliau selalu memperjuangkan agar seniman Indonesia Timur mendapatkan ruang dan kesempatan. Orang Timur tidak kalah kualitasnya dengan siapa pun, kami hanya membutuhkan kesempatan. Itulah yang terus diperjuangkan Bung Glenn semasa hidupnya,” ungkap Putri Nere.
Menurutnya, penyelenggaraan Glenn Fredly Kembali Ke Timur merupakan salah satu bentuk nyata dari perjuangan panjang Glenn Fredly dalam memperjuangkan kesetaraan bagi para pelaku seni dari Indonesia Timur.
“Setidaknya kami memiliki kebanggaan atas perjuangan Bung Glenn bahwa orang Timur juga bisa bersaing dan berkarya. Jasa beliau sangat besar, bukan hanya untuk musik Ambon atau Maluku, tetapi juga bagi seluruh seniman Indonesia Timur,” katanya.
Putri Nere pun mengaku memiliki kedekatan emosional dengan seluruh karya Glenn Fredly. Baginya, setiap lagu yang diciptakan sang musisi memiliki cerita dan makna tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
“Saya menyukai semua lagu Bung Glenn. Setiap lagunya punya kesan yang berbeda dan selalu memiliki makna yang mendalam.”
Mewariskan Semangat Kebersamaan
Lebih jauh, Putri Nere berharap semangat yang diwariskan Glenn Fredly tidak berhenti pada karya-karyanya saja, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia Timur untuk terus berkarya dan saling mendukung.
Menurutnya, salah satu nilai terbesar yang ditinggalkan Glenn Fredly adalah semangat kolaborasi, persatuan, dan keberanian membuka jalan bagi orang lain.
“Perjuangan Bung Glenn tidak mengenal lelah. Beliau mampu membangkitkan semangat banyak orang dan tidak pernah menyukai perpecahan. Nilai-nilai seperti inilah yang harus diteruskan oleh generasi muda dan para seniman Indonesia Timur. Kita harus terus bergandengan tangan, berkolaborasi, dan maju bersama tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir, seniman Indonesia Timur mulai mendapatkan tempat yang lebih baik di industri hiburan nasional. Namun, menurutnya pencapaian tersebut harus dijaga melalui karya-karya baru yang berkualitas.
“Kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Kita harus terus produktif, melahirkan karya-karya baru, menciptakan lagu-lagu baru, terus kreatif, terus berkolaborasi agar perkembangan ini berkelanjutan.”
Berharap Menjadi Festival Tahunan
Menjelang pelaksanaan acara, Putri Nere berharap Glenn Fredly Kembali Ke Timur dapat berkembang menjadi sebuah festival budaya tahunan yang terus mempertemukan para seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Semoga ini menjadi awal yang baik dan ke depannya bisa menjadi festival tahunan yang terus dinantikan masyarakat.”
Perayaan Glenn Fredly Kembali Ke Timur akan berlangsung sejak siang hari dengan menghadirkan beragam aktivitas budaya, Makan Patita, pertunjukan seni tradisional, kolaborasi lintas generasi, hingga konser musik yang melibatkan sejumlah musisi Indonesia Timur. Acara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan, semangat persatuan, serta perjuangan Glenn Fredly dalam memperjuangkan ruang yang setara bagi talenta-talenta dari kawasan timur Indonesia.
Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari perayaan ini dapat memperoleh informasi dan pembelian tiket melalui tautan yang tersedia di bio akun Instagram @glennfredlymusik.
“Sampai jumpa di Perayaan Glenn Fredly Kembali Ke Timur pada 1 Agustus 2026. Mari rayakan kebersamaan, budaya, dan semangat Indonesia Timur bersama-sama,” tutup Putri Nere.