
LewatLensa.com – Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) kembali melanjutkan rangkaian menuju penyelenggaraan edisi ke-16 melalui program Road to ICAD 16. Memasuki program keduanya, ICAD menghadirkan pameran tunggal perdana fotografer urban Kafin Noe’man bertajuk Not Nothing, Not Enough, yang berlangsung pada 9 Juli hingga 9 Agustus 2026 di grandkemang, Jakarta Selatan.
Pameran ini menjadi bagian penting dari perjalanan menuju ICAD 16 yang akan digelar pada 8 Oktober hingga 8 November 2026 dengan mengusung tema Being: Becoming. Melalui rangkaian Road to ICAD, publik diajak memasuki gagasan utama festival secara bertahap melalui karya-karya para seniman yang menawarkan perspektif berbeda mengenai perubahan, identitas, serta masa depan ruang hidup manusia.
Tema Being: Becoming sendiri mengangkat relasi antara kondisi yang “ada” saat ini dengan kemungkinan yang “akan menjadi” di masa depan. Tema tersebut tidak sekadar berbicara mengenai perubahan sebagai sesuatu yang harus diterima, tetapi juga tentang ketegangan antara keinginan mempertahankan sesuatu yang telah ada dengan harapan menghadirkan kondisi yang lebih baik.
Road to ICAD 16 menjadi ruang eksplorasi awal atas gagasan tersebut. Setelah sebelumnya menghadirkan pameran seniman Mohammad Taufiq (Emte) sebagai pembuka rangkaian, kini giliran Kafin Noe’man membawa publik memasuki diskusi mengenai kota, ruang publik, dan pengalaman hidup sehari-hari melalui medium fotografi.
Bagi Kafin Noe’man, kota bukan sekadar kumpulan gedung, jalan raya, maupun infrastruktur perkotaan. Sebagai fotografer yang tumbuh di lingkungan keluarga desainer dan arsitek, cara pandangnya terhadap ruang terbentuk sejak dini melalui keseharian yang akrab dengan desain, struktur, serta hubungan manusia dengan lingkungan binaan.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi bahasa visual yang khas. Menariknya, karya-karya Kafin hampir tidak pernah menghadirkan sosok manusia secara eksplisit. Namun, jejak kehidupan manusia justru terasa sangat kuat melalui ruang-ruang yang ditinggalkan, bangunan yang digunakan, hingga lanskap kota yang terus berubah.
Dalam Not Nothing, Not Enough, Kafin menghadirkan refleksi yang sangat personal mengenai pengalamannya sebagai seorang ayah yang membesarkan anak di Jakarta. Alih-alih menampilkan ikon kota yang megah, ia justru memilih merekam pemandangan yang akrab ditemui setiap hari—kemacetan panjang, halte bus, taman kota, jembatan penyeberangan, hingga berbagai ruang publik yang menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.
Objek-objek tersebut mungkin tampak biasa bagi sebagian orang. Namun melalui sudut pandang Kafin, ruang-ruang itu menjadi medium untuk mempertanyakan kualitas kehidupan kota yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pameran ini kemudian menghadirkan dialog visual yang menarik ketika potret-potret Jakarta disandingkan dengan dokumentasi Al Shaqab, arena pacuan kuda di Qatar yang dikenal karena perhatian luar biasa terhadap kenyamanan tubuh, kualitas ruang, dan pengalaman penggunanya.
Perbandingan tersebut bukan dimaksudkan sebagai pertentangan antara kota maju dan kota berkembang, ataupun sekadar membandingkan kemewahan fasilitas publik. Sebaliknya, Kafin mengajak pengunjung merenungkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah masyarakat masih memiliki keberanian untuk membayangkan ruang hidup yang lebih manusiawi dibanding kondisi yang ada saat ini?
Melalui pendekatan tersebut, Not Nothing, Not Enough menawarkan refleksi mengenai bagaimana sebuah kota sesungguhnya dibangun bukan hanya oleh beton, jalan, dan gedung-gedung tinggi, melainkan juga oleh keputusan-keputusan kecil yang menentukan kualitas hidup warganya.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pameran ini selaras dengan semangat Being: Becoming yang diusung ICAD 16. Tema tersebut melihat bahwa setiap ruang, individu, maupun masyarakat selalu berada dalam proses menjadi. Tidak ada kondisi yang benar-benar selesai; selalu ada kemungkinan untuk berkembang, berubah, atau bahkan kembali mempertanyakan arah yang telah ditempuh.
Dengan demikian, pameran Kafin bukan hanya menghadirkan karya fotografi, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai bagaimana masyarakat memandang masa depan kota yang mereka tinggali.
Selama lebih dari satu dekade, ICAD dikenal sebagai salah satu platform seni kontemporer paling konsisten di Indonesia yang mempertemukan praktik seni rupa, desain, arsitektur, teknologi, hingga isu sosial budaya dalam satu ruang diskusi. Setiap edisinya, ICAD mengangkat tema yang relevan dengan dinamika masyarakat dan diterjemahkan melalui karya lintas disiplin dari para seniman maupun desainer.
Melalui konsep Road to ICAD, penyelenggara juga memperluas pengalaman publik terhadap tema besar festival sebelum pembukaan resmi berlangsung. Program ini memungkinkan masyarakat menikmati rangkaian pameran yang lebih intim sekaligus memahami lapisan-lapisan gagasan yang nantinya berkembang dalam penyelenggaraan ICAD 16.
Selain menghadirkan pengalaman artistik, pembukaan pameran Not Nothing, Not Enough juga didukung oleh Grandkemang Hotel yang kembali menjadi Hospitality Partner ICAD untuk kedua kalinya.
Pada acara pembukaan, Grandkemang memperkenalkan kreasi kuliner dari outlet terbarunya, SMOGAR, yang mengusung konsep smoked and grilled cuisine. Beragam canapé eksklusif dengan karakter rasa asap yang khas disajikan sebagai pelengkap pengalaman menikmati karya seni, memperlihatkan bagaimana seni visual dan seni kuliner dapat saling melengkapi dalam satu ruang apresiasi budaya.
Kolaborasi tersebut memperkuat semangat ICAD yang sejak awal tidak hanya menjadi ruang pamer seni, tetapi juga wadah pertemuan berbagai disiplin kreatif, mulai dari desain, arsitektur, gastronomi, hingga praktik budaya kontemporer.
Dengan hadirnya Not Nothing, Not Enough, perjalanan menuju ICAD 16: Being: Becoming semakin memperlihatkan bagaimana seni mampu menjadi medium refleksi terhadap kehidupan sehari-hari. Melalui potret kota yang tampak biasa, Kafin Noe’man mengajak publik melihat kemungkinan-kemungkinan baru yang selama ini tersembunyi di balik rutinitas, sekaligus mengingatkan bahwa masa depan selalu dimulai dari keberanian untuk membayangkan sesuatu yang lebih baik.
Pameran Not Nothing, Not Enough dapat dikunjungi masyarakat di grandkemang, Jakarta Selatan, mulai 9 Juli hingga 9 Agustus 2026, sebelum rangkaian utama ICAD 16 berlangsung pada 8 Oktober hingga 8 November 2026.
