DNA Rilis Album Perdana “OURORA;”, Hadirkan 18 Lagu dengan Kolaborasi Musisi Tanah Air

DNA (Mister Aloy & DJ JayJax)

LewatLensa.com – Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu duo DJ paling aktif dan berpengaruh di skena musik elektronik Indonesia, DNA akhirnya mencapai sebuah tonggak penting dalam perjalanan karier mereka. Duo yang digawangi JayJax dan Mister Aloy resmi mempersembahkan album studio perdana bertajuk “OURORA;”, sebuah karya ambisius yang bukan hanya menjadi kumpulan lagu, tetapi juga representasi utuh mengenai siapa sebenarnya DNA sebagai musisi, produser, sekaligus kreator di industri musik elektronik Tanah Air.

Album yang akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 3 Juli 2026 tersebut memuat 18 lagu dengan durasi mencapai 1 jam 48 menit, menghadirkan perjalanan musikal yang melintasi berbagai spektrum electronic dance music (EDM). Pendengar diajak menikmati eksplorasi mulai dari Indo Bounce, Techno, Dirty DutchDrum & BassTrap, Future House hingga berbagai eksperimen lintas genre yang selama ini menjadi identitas tersembunyi DNA.

Bagi JayJax dan Mister Aloy, “OURORA;” merupakan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah perjalanan panjang yang mereka bangun selama bertahun-tahun.

“Mimpi semua musisi adalah membuat full album. Kami senang akhirnya bisa mempersembahkan karya ini dengan keseimbangan antara lagu komersial dan idealisme,” ungkap JayJax dalam keterangan resminya.

Album ini menjadi babak baru bagi DNA. Selama ini, nama mereka identik dengan panggung-panggung festival, klub malam, hingga berbagai event musik elektronik terbesar di Indonesia. Namun melalui “OURORA;”, keduanya ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya DJ yang piawai memainkan musik orang lain, melainkan juga produser dengan identitas musikal yang kuat.

Perjalanan Tiga Tahun Menuju Album Perdana

Proses menuju “OURORA;” bukanlah perjalanan singkat. Sejak tahun 2023, DNA secara konsisten membangun fondasi album ini melalui strategi perilisan single setiap kuartal.

Menariknya, lagu-lagu yang mereka rilis justru menghadirkan warna berbeda dibanding musik yang biasa mereka bawakan saat tampil di klub.

Single seperti “Love Ya”“Cowok Red Flag”, hingga “Second Choice” menjadi semacam petunjuk awal mengenai arah musikal DNA. Ketiganya memperlihatkan keberanian duo ini mengeksplorasi berbagai pendekatan produksi tanpa kehilangan karakter utama mereka.

Menurut Mister Aloy, langkah tersebut sengaja dilakukan sebagai proses edukasi kepada para pendengar sekaligus fanbase mereka.

Selama bertahun-tahun, publik mengenal DNA dari performa DJ mereka di atas panggung. Padahal, sebagai produser, keduanya memiliki referensi musik yang jauh lebih luas. Album “OURORA;” menjadi media untuk memperlihatkan seluruh spektrum tersebut.

Menjelajahi Dunia DNA Lewat 18 Trek

Album ini dibuka oleh lagu “Who tf are we”, sebuah trek pembuka yang menjadi perkenalan paling jujur mengenai identitas DNA.

Lagu tersebut kemudian mengalir menuju “Quest of The Sea”, sebuah nomor yang memadukan unsur trap modern dengan sentuhan tradisional, menjadi metafora perjalanan awal duo ini membangun karier.

Setelah itu, pendengar diajak memasuki berbagai lanskap musikal yang terus berubah.

Pada lagu “Two Heads”, DNA memainkan transisi dramatis dari trap menuju techno. Sementara “PAIN”, yang menampilkan kolaborasi bersama PARKZ, membawa nuansa emo dan punk melalui lirik yang emosional namun tetap dibungkus produksi elektronik yang agresif.

Kolaborasi bersama PARKZ juga berlanjut dalam lagu “Pop It” dan “Feel It Comin'”, memperlihatkan chemistry musikal yang kuat antara keduanya.

Salah satu momen personal hadir melalui lagu “lOst Together”, yang menjadi debut Mister Aloy sebagai penulis lirik.

Eksplorasi lintas genre kembali terasa pada “Cowok Red Flag” bersama QG, yang memadukan hip-hop dengan elemen dangdut modern, menghasilkan karakter yang unik sekaligus mudah diterima pendengar Indonesia.

Sementara itu, lagu “Love Ya” bersama SYEQY dan “Second Choice” featuring INDAHKUS memperlihatkan sisi DNA yang lebih melodis dan emosional.

Album juga menghadirkan warna future house melalui “voy pa’ alla”, sebelum memberikan salah satu kejutan terbesar lewat “Don’t Talk To Me”.

Lagu tersebut menjadi karya pertama Mister Aloy yang menampilkan vokal penuh. Terinspirasi dari dentuman musik klub era 2000-an, trek ini menghadirkan nostalgia yang dipadukan dengan pendekatan produksi modern.

Sebagai penutup, DNA mempersembahkan “Anomali”, kolaborasi bersama YB (Reza Oktavian). Lagu ini menjadi karya pertama YB yang sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia, dipadukan dengan sentuhan BKB, trap modern, serta permainan suling khas Jawa Timur yang memberi nuansa lokal yang kuat.

Album yang Tidak Hanya Didengar, tetapi Juga Dilihat

“OURORA;” bukan sekadar pengalaman audio.

DNA turut menghadirkan konsep visual yang dirancang secara matang melalui ilustrasi album karya Elsha Graciella.

Visual tersebut menggambarkan matahari terbit, burung yang sedang terbang, layang-layang Bali, hamparan air yang tenang, hingga tiang listrik yang tampak semrawut.

Setiap elemen memiliki makna simbolis.

Tiang listrik menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan arah yang tak selalu lurus.

Air tenang menjadi representasi proses pendewasaan.

Matahari melambangkan harapan dan awal yang baru.

Sementara burung menjadi simbol kebebasan berkarya, serta cita-cita DNA untuk terus terbang tinggi tanpa melupakan tempat mereka berasal.

Keseluruhan visual tersebut merepresentasikan perjalanan JayJax dan Mister Aloy dari nol hingga memiliki mimpi besar menjadi “bintang”, namun tetap menjaga kerendahan hati.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Album

Dalam proses kreatif penyusunan album, JayJax mengungkapkan dirinya tidak bekerja sendiri.

Ia dibantu oleh Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel untuk menyusun alur musikal dari satu trek menuju trek lainnya agar menghasilkan pengalaman mendengarkan yang utuh.

Pendekatan tersebut membuat “OURORA;” terasa seperti sebuah perjalanan, bukan sekadar kumpulan lagu yang berdiri sendiri.

DNA juga melibatkan banyak musisi lintas karakter sebagai bentuk keterbukaan mereka terhadap berbagai perspektif musikal.

Exclusive Listening Party Jadi Pembuka Tur

Menjelang perilisan resmi album, DNA menggelar Exclusive Listening Party pada 1 Juli 2026 di W Superclub Gatsu, Jakarta.

Acara eksklusif tersebut menjadi kesempatan pertama bagi para penggemar untuk mendengarkan materi album sebelum dirilis secara luas.

Tidak hanya itu, DNA juga menampilkan showcase berdurasi sekitar 20 menit, yang sekaligus menjadi gambaran awal konsep konser dalam rangkaian tur Indonesia yang tengah mereka siapkan.

Para penggemar diundang secara terbatas melalui pendaftaran di akun Instagram DNA, menciptakan suasana yang intim sekaligus mempererat hubungan antara duo tersebut dengan komunitas pendukung mereka.

Hadirkan Merchandise Eksklusif

Sebagai bagian dari pengalaman album, DNA turut meluncurkan lini merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan sejumlah brand.

Koleksi tersebut terdiri atas kaus, bandana, keychain, serta berbagai item lain yang mengusung identitas visual “OURORA;”.

Merchandise ini dirancang bukan hanya sebagai pelengkap promosi album, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman para penggemar menjelang rangkaian tur yang akan datang.

Sebuah Identitas Baru DNA

Di balik seluruh proses panjang tersebut, Mister Aloy menegaskan bahwa “OURORA;” bukan hanya milik dirinya dan JayJax.

Album ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh orang yang telah mendukung perjalanan DNA sejak awal.

“Album ini adalah jerih payah seluruh tim. ‘OURORA;’ adalah DNA yang sesungguhnya, bukan hanya Mister Aloy dan JayJax, tapi semua yang mendukung kami dari nol,” ujar Mister Aloy.

Melalui “OURORA;”, DNA berharap pendengar tidak hanya menikmati musik mereka, tetapi juga memahami perjalanan, proses kreatif, serta identitas yang selama ini mereka bangun.

Album ini menjadi penanda bahwa DNA telah memasuki fase baru dalam kariernya, bukan sekadar sebagai duo DJ yang sukses menghidupkan panggung-panggung musik elektronik, melainkan sebagai musisi dengan visi artistik yang matang. Di tengah berkembangnya industri musik elektronik Indonesia yang semakin beragam dan mendapat tempat di pasar internasional, “OURORA;” hadir sebagai pernyataan bahwa karya lokal mampu menawarkan karakter, keberanian bereksperimen, serta kualitas produksi yang sejajar dengan rilisan global.

Lebih dari sekadar album debut, “OURORA;” menjadi manifesto musikal DNA, sebuah karya yang merangkum perjalanan, mimpi, dan identitas mereka, sekaligus membuka babak baru yang diyakini akan membawa JayJax dan Mister Aloy melangkah lebih jauh di panggung musik elektronik Indonesia maupun dunia.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.