Tarasinta Suarakan Realitas Hustle Culture Lewat “Kerja Bagai Kuda”, Lagu Tentang Lelah, Harapan, dan Pentingnya Work-Life Balance

Artwork “Kerja Bagai Kuda” – Tarasinta

LewatLensa.com – Di tengah budaya kerja yang semakin kompetitif dan ritme kehidupan yang terus bergerak tanpa jeda, banyak anak muda mulai mempertanyakan satu hal sederhana namun begitu mendalam: untuk apa semua perjuangan ini dilakukan? Pertanyaan yang sering muncul saat tubuh mulai kelelahan, pikiran dipenuhi tekanan pekerjaan, dan kesendirian terasa semakin nyata tersebut menjadi inspirasi utama bagi solois sekaligus penulis lagu Tarasinta dalam karya terbarunya bertajuk “Kerja Bagai Kuda”, yang resmi dirilis pada 26 Juni 2026 di seluruh platform musik digital.

Single ini menjadi sebuah refleksi yang begitu relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini. Di balik semangat mengejar mimpi, membangun karier, dan memenuhi berbagai tuntutan hidup, tersimpan keresahan mengenai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tarasinta memilih mengangkat isu tersebut melalui pendekatan yang hangat, jujur, dan penuh empati, menjadikan “Kerja Bagai Kuda” bukan sekadar lagu tentang bekerja keras, melainkan juga tentang menjadi manusia yang tetap membutuhkan ruang untuk bernapas, dicintai, dan merasa tidak sendirian.

Lagu ini lahir dari pengalaman personal yang begitu dekat dengan keseharian sang musisi. Saat kondisi fisiknya sempat menurun akibat padatnya aktivitas, Tarasinta terpaksa menghentikan rutinitas sejenak dan menghabiskan waktu beristirahat di kamar kosnya. Momen sederhana itulah yang justru menjadi titik refleksi mengenai makna kehidupan yang selama ini mungkin terlupakan di tengah kesibukan.

Di sela waktu beristirahat sambil memetik gitar, Tarasinta mulai menyadari bahwa manusia tidak diciptakan hanya untuk terus bekerja tanpa henti. Di balik ambisi besar dan target yang ingin dicapai, setiap orang tetap membutuhkan hubungan yang hangat, tempat berbagi cerita, serta sosok yang mampu menemani ketika dunia terasa terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Perenungan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah lagu yang merepresentasikan kegelisahan banyak pekerja muda. Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “Aku bekerja keras selama ini sebenarnya untuk siapa?” atau “Siapa yang akan menemani ketika aku sedang rapuh?” menjadi benang merah yang mengalir sepanjang lagu.

“‘Kerja Bagai Kuda’ lahir dari pertanyaan yang sering singgah di benakku sepulang kerja: adakah seseorang di luar sana yang sedang menjalani perjuangan yang sama? Melalui lagu ini, aku mencoba menceritakan kegelisahan yang begitu dekat dengan keseharianku lewat cara yang hangat dan jujur. Bagiku, lagu ini adalah potret kecil tentang bekerja, berharap, dan mencari makna di tengah rutinitas yang kemudian menemukan bentuknya dalam musik,” ungkap Tarasinta.

Apa yang membuat “Kerja Bagai Kuda” terasa semakin menarik adalah kontras antara isi lirik dan pendekatan musikalnya. Jika secara tematik lagu ini dipenuhi refleksi tentang kelelahan emosional, pencarian makna hidup, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental, maka dari sisi aransemen justru hadir dengan nuansa yang ringan, segar, dan penuh energi.

Tarasinta kembali mengeksplorasi karakter musikal yang selama ini menjadi identitasnya. Setelah sebelumnya dikenal melalui karya-karya seperti “Wandering”“Summer in France”, dan “Books of Life”, kali ini ia memperluas eksplorasi dengan memadukan berbagai warna musik mulai dari pop, bossa nova, modern pop jazz, hingga sentuhan swing yang membuat lagu terasa ceria tanpa kehilangan kedalaman emosinya.

Perpaduan tersebut menghasilkan pengalaman mendengarkan yang unik. Pendengar diajak bergoyang mengikuti ritme musik yang hangat, namun pada saat bersamaan diajak merenungkan isi lirik yang begitu dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Di balik proses produksinya, Tarasinta menggandeng Robi Hamdi Ritonga sebagai produser sekaligus arranger. Sentuhan produksi kemudian disempurnakan oleh Bagus Bhaskara, yang bertanggung jawab atas proses mixing dan mastering sehingga menghasilkan karakter suara yang modern namun tetap organik.

Salah satu elemen yang menjadi daya tarik lagu ini adalah hadirnya sejumlah transisi musik yang muncul secara tidak terduga. Bukan sekadar gimmick musikal, perubahan-perubahan tersebut sengaja dirancang sebagai metafora terhadap dunia kerja generasi muda yang penuh dinamika, kejutan, serta perubahan arah yang datang begitu cepat. Layaknya kehidupan profesional saat ini, ritme lagu pun seolah mengajak pendengar berpindah dari satu suasana ke suasana lainnya tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Melalui pendekatan tersebut, Tarasinta berhasil menerjemahkan pengalaman emosional menjadi bahasa musik yang lebih hidup. Setiap perubahan tempo maupun nuansa terasa seperti representasi dari perjalanan seseorang yang berusaha bertahan di tengah tekanan pekerjaan, sambil terus mencari keseimbangan dalam hidupnya.

Lebih dari sekadar karya musik, “Kerja Bagai Kuda” hadir sebagai teman perjalanan bagi siapa saja yang sedang berjuang mengejar impian. Lagu ini ingin menyampaikan bahwa rasa lelah bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan, dan berhenti sejenak bukan berarti menyerah.

Tarasinta berharap pendengar dapat menemukan kenyamanan melalui lagu ini. Ia ingin setiap orang yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan merasa dipeluk oleh pesan-pesan sederhana yang tersimpan di dalamnya. Bahwa di luar sana, ada banyak orang yang sedang menjalani perjuangan serupa. Tidak ada yang benar-benar sendirian menghadapi kerasnya dunia kerja.

Pesan mengenai pentingnya work-life balance menjadi inti dari keseluruhan lagu. Di era ketika produktivitas sering kali dijadikan ukuran utama keberhasilan, Tarasinta mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian karier semata. Hubungan dengan keluarga, sahabat, pasangan, hingga waktu untuk mengenal diri sendiri merupakan bagian yang sama pentingnya dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, terlalu larut mengejar target pekerjaan dapat membuat seseorang lupa menikmati momen-momen kecil yang justru menjadi sumber kebahagiaan. Oleh karena itu, “Kerja Bagai Kuda” menjadi semacam ajakan untuk sesekali melambat, memberi ruang bagi diri sendiri, dan kembali terhubung dengan orang-orang yang berarti.

Perilisan single ini juga menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan musikal Tarasinta sepanjang 2026. “Kerja Bagai Kuda” merupakan bagian dari rangkaian karya yang tengah dipersiapkan menuju album penuh yang direncanakan meluncur pada tahun ini. Sejumlah single baru telah disiapkan untuk memperlihatkan perkembangan musikal sekaligus kedewasaan perspektif Tarasinta sebagai seorang penulis lagu yang banyak terinspirasi dari pengalaman hidup sehari-hari.

Dengan karakter lirik yang jujur, aransemen yang kaya warna, serta tema yang sangat dekat dengan realitas generasi produktif saat ini, “Kerja Bagai Kuda” memiliki potensi menjadi salah satu lagu yang paling relevan bagi para pekerja muda Indonesia. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan atas tekanan hidup, melainkan menghadirkan ruang untuk berhenti sejenak, mengakui rasa lelah, dan menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja tanpa henti.

Pada akhirnya, melalui “Kerja Bagai Kuda”, Tarasinta mengingatkan bahwa setiap manusia membutuhkan lebih dari sekadar pencapaian profesional. Di balik ambisi, target, lembur, dan kesibukan yang seolah tidak pernah selesai, selalu ada kebutuhan mendasar untuk pulang, dicintai, didengarkan, dan ditemani. Sebab sebesar apa pun mimpi yang sedang dikejar, kebahagiaan sejati sering kali lahir dari hal-hal sederhana: memiliki waktu untuk bernapas, menikmati kebersamaan dengan orang-orang terkasih, dan menyadari bahwa hidup tidak hanya soal bekerja, tetapi juga tentang benar-benar menjalani kehidupan itu sendiri.

Mulai 26 Juni 2026“Kerja Bagai Kuda” telah tersedia di seluruh platform streaming musik digital dan siap menjadi teman perjalanan pulang, menemani mereka yang baru saja menutup laptop setelah seharian bekerja, atau siapa pun yang sedang membutuhkan pengingat bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, menyapa hati sendiri, dan melanjutkan langkah dengan lebih seimbang.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.