Buitenjazz Meet The Legends Hadirkan Kolaborasi Perdana Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono di Bogor

Ermy Kullit, Mus Mujiono dan Deddy Dhukun (Foto : Iwan Suryana)

LewatLensa.com – Sebuah momen bersejarah bagi pecinta musik jazz dan pop Indonesia tersaji dalam gelaran “Buitenjazz Meet The Legends” yang berlangsung di Grand Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (20/6/2026). Untuk pertama kalinya dalam satu panggung, tiga legenda musik Indonesia, Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono, tampil bersama dalam sebuah konser intim yang menghadirkan nostalgia sekaligus apresiasi terhadap karya-karya musik Indonesia lintas generasi.

Mengusung tema “An Intimate Jazz Rendezvous”, konser yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB ini sukses menghadirkan suasana hangat dan eksklusif. Penyelenggara sengaja membatasi jumlah penonton dengan membagi area menjadi empat kategori, yaitu Platinum, Gold, Silver, dan Bronze, guna menciptakan pengalaman menikmati musik yang lebih dekat dan personal antara penampil dan audiens.

Konser ini menjadi sebuah peristiwa istimewa karena mempertemukan tiga nama besar yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan musik Indonesia sejak era 1980-an hingga saat ini. Masing-masing memiliki karakter musikal yang kuat dan karya-karya yang masih terus dikenang oleh masyarakat Indonesia.

Menghidupkan Kembali Kejayaan Musik Indonesia

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam konser ini adalah keputusan ketiga musisi untuk membawakan seluruh repertoar dari karya-karya mereka sendiri.

“Kita nyanyikan lagu Indonesia untuk Indonesia,” ujar Deddy Dhukun.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa karya-karya musisi Indonesia memiliki kualitas yang mampu bertahan melampaui zaman. Lagu-lagu yang dibawakan malam itu bukan hanya menjadi bagian dari sejarah musik nasional, tetapi juga telah menjadi soundtrack kehidupan bagi berbagai generasi pendengar.

Bagi banyak penonton yang hadir, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik. Lebih dari itu, konser ini menjadi ruang untuk kembali mengenang masa-masa ketika lagu-lagu karya Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono mendominasi radio, televisi, hingga panggung-panggung musik Indonesia.

Ermy Kullit Membuka Malam Penuh Nostalgia

Ermy Kullit (Foto : Iwan Suryana)

Malam istimewa tersebut dibuka oleh penampilan diva jazz Indonesia, Ermy Kullit. Penyanyi yang dikenal memiliki karakter vokal lembut namun kuat ini langsung membawa penonton memasuki lorong nostalgia sejak lagu pertama dibawakan.

Deretan lagu seperti “Pasrah”“Maafkan Daku”“Pertama dan Terakhir”“Walau Dalam Mimpi”“Tergoda”, hingga “Kasih” mengalun dengan indah di Grand Ballroom Puri Begawan.

Setiap lagu yang dibawakan seolah mengingatkan kembali pada era keemasan musik Indonesia ketika jazz, pop, dan soul berkembang begitu kuat. Penonton dari berbagai usia terlihat menikmati setiap penampilan, bahkan tidak sedikit yang ikut bernyanyi bersama.

Kehadiran Ermy Kullit menjadi pembuka yang sempurna bagi perjalanan musikal malam itu. Dengan pengalaman puluhan tahun di industri musik, ia tampil penuh penghayatan dan menunjukkan bahwa kualitas musikal seorang legenda tidak pernah pudar oleh waktu.

Deddy Dhukun Tampil Energik dengan Deretan Lagu Ikonik

Deddy Dhukun (Foto : Iwan Suryana)

Setelah Ermy Kullit, dilanjutkan dengan penampilan Deddy Dhukun. Nama Deddy Dhukun tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai pencipta lagu yang melahirkan banyak karya populer dalam sejarah musik Indonesia.

Penampilannya malam itu berhasil menghidupkan suasana dengan energi yang tetap prima. Lagu-lagu seperti “Biru”“Aku Ini Punya Siapa”“Melayang”“O..Ya”, hingga “Masih Ada” mengundang respons antusias dari para penonton.

Banyak lagu yang dibawakannya merupakan karya-karya yang telah melewati perjalanan panjang dan tetap relevan hingga kini. Tak sedikit generasi muda yang hadir tampak mengenal lagu-lagu tersebut, membuktikan bahwa karya Deddy Dhukun telah melintasi batas usia dan zaman.

Dengan gaya panggung yang santai namun penuh karisma, Deddy Dhukun berhasil membangun kedekatan dengan audiens dan menjadikan konser terasa semakin hangat.

Mus Mujiono Tutup Penampilan Individu dengan Memukau

Mus Mujiono (Foto : Iwan Suryana)

Panggung kemudian semakin semarak dengan hadirnya Mus Mujiono, musisi yang dikenal melalui perpaduan unik antara jazz, pop, dan permainan gitar khas yang menjadi identitasnya selama puluhan tahun berkarya.

Mus Mujiono membawakan sejumlah lagu andalannya yang telah menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu seperti “Puncak Asmara”“Mesra”“Satu Jam Lagi”“Kunyatakan Cinta”“Arti Kehidupan”“Senja Merah”, hingga “Tanda-Tanda” mengalir dengan apik dan mendapatkan sambutan meriah dari para penonton.

Setiap lagu yang dibawakannya seolah membawa audiens kembali ke masa ketika musik Indonesia dipenuhi karya-karya dengan melodi kuat dan lirik yang penuh makna. Permainan gitar Mus Mujiono yang khas menjadi daya tarik tersendiri yang membuat penampilannya semakin memukau.

Kolaborasi Bersejarah yang Sulit Terulang

Puncak acara terjadi ketika ketiga legenda tersebut kembali naik ke atas panggung secara bersama-sama. Setelah tampil bergantian selama hampir dua jam, Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono menutup malam dengan sebuah kolaborasi yang menjadi momen paling dinanti.

Ermy Kullit, Mus Mujiono dan Deddy Dhukun (Foto : Iwan Suryana)

Mereka membawakan lagu “Keraguan”, dan “Bohong”, karya legendaris dari proyek musik 2D yang digawangi Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra. Serta lagu “Esok Kan Masih Ada” yang dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa. Penampilan kolaboratif tersebut menjadi simbol persahabatan, dedikasi, dan perjalanan panjang mereka dalam industri musik Indonesia.

Para penonton yang memenuhi ballroom tampak larut dalam suasana haru sekaligus bahagia menyaksikan tiga nama besar yang selama ini dikenal melalui karya masing-masing akhirnya berbagi satu panggung dalam sebuah pertunjukan yang intim.

Apresiasi untuk Legenda dan Jembatan bagi Generasi Baru

Inisiator Buitenjazz Meet The Legends, Nanang Yuswanto, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, konser ini sejak awal tidak semata-mata berorientasi pada target komersial, melainkan menjadi bentuk apresiasi terhadap para legenda musik Indonesia sekaligus sarana memperkenalkan karya mereka kepada generasi muda.

“Alhamdulillah, senang banget. Ini di luar ekspektasi kami. Dari awal kami tidak mematok target yang terlalu tinggi. Kami ingin memberikan apresiasi dan sekaligus memperkenalkan legenda-legenda ini kepada generasi yang lebih kekinian. Lagu-lagu mereka sebenarnya lintas generasi. Kadang orang tahu lagunya, tetapi tidak tahu siapa yang menyanyikan. Itu yang coba kami kenalkan,” ujar Nanang.

Pernyataan tersebut menggambarkan misi utama dari Buitenjazz Meet The Legends, yaitu menjaga agar karya-karya para legenda tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi baru.

Dukungan Pemerintah Kota Bogor

Kesuksesan konser ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bogor. Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Bogor beserta istri yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya konser yang menghadirkan para legenda musik Indonesia.

Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkaya kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa melalui karya-karya musik yang berkualitas.

Bukti Karya Legenda Tetap Dicintai

Buitenjazz Meet The Legends menjadi bukti nyata bahwa musik yang lahir dari kualitas, ketulusan, dan kreativitas akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat. Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono telah membuktikan bahwa karya-karya mereka tetap relevan dan dicintai lintas generasi.

Lebih dari sekadar konser, malam itu menjadi perayaan atas perjalanan panjang musik Indonesia. Sebuah pertemuan istimewa antara para legenda dan penggemarnya, sekaligus pengingat bahwa karya-karya terbaik tidak pernah benar-benar menua.

Jika malam itu menjadi perjumpaan pertama ketiganya dalam satu panggung, maka Buitenjazz Meet The Legends akan dikenang sebagai salah satu momen penting dalam sejarah musik Indonesia, sebuah malam ketika tiga legenda bersatu, menyanyikan lagu Indonesia untuk Indonesia.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.