
LewatLensa.com – Semangat membangun masa depan bangsa melalui pendidikan dan aksi kemanusiaan kembali ditegaskan oleh ReachOut Foundation. Yayasan yang selama puluhan tahun dikenal aktif dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan ini menggelar acara pelepasan siswa-siswi PAUD SuryaKasih Angkatan XII bersama sejumlah sekolah mitra dari gerakan #BantuSekolahYuk di Gedung Sopo Marpingkir, Jakarta, Kamis 04/06/2025.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan sukacita tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan anak-anak usia dini yang telah menyelesaikan tahap awal pembelajaran mereka. Bagi ReachOut Foundation, momen kelulusan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol harapan akan lahirnya generasi baru Indonesia yang lebih siap menghadapi masa depan.
Di hadapan para orang tua, tenaga pendidik, mitra sekolah, relawan, serta para pendukung program, anak-anak tampil dengan penuh percaya diri memperlihatkan hasil proses belajar yang telah mereka jalani selama beberapa tahun terakhir. Suasana haru bercampur bangga terlihat jelas ketika para siswa menerima apresiasi atas pencapaian mereka.
Namun lebih dari sekadar perayaan kelulusan, kegiatan ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang ReachOut Foundation dalam menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di kawasan perkotaan maupun daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
Pendidikan dan Kemanusiaan sebagai Jalan Perubahan
Founder ReachOut Foundation, Judith Soeryadjaya, menegaskan bahwa seluruh gerakan yang dijalankan yayasan berakar pada semangat untuk menjangkau mereka yang membutuhkan dengan kasih dan kepedulian.

Menurut Judith, ReachOut Foundation hadir dengan keyakinan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk berkembang dan memperoleh kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
“Visi dasar kami adalah reaching out to those in need, one by one, with love and compassion. Kami membayangkan masa depan di mana setiap individu dapat berkembang, diberdayakan melalui pendidikan, serta didukung oleh pemenuhan nutrisi yang memadai melalui kolaborasi bersama para donatur,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah beragam tantangan sosial yang masih dihadapi Indonesia, ReachOut Foundation berupaya menjadi jembatan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bukan hanya merespons persoalan yang muncul, tetapi juga terlibat secara aktif dalam membangun ketahanan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendekatan yang menggabungkan pendidikan, pembentukan karakter, kesehatan, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam menciptakan perubahan jangka panjang.
“Komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan didorong oleh nilai kasih, integritas, dan keyakinan bahwa perubahan sosial harus dibangun secara konsisten. Kami ingin menghadirkan dampak nyata yang mampu memperkuat masyarakat dan membuka peluang bagi generasi berikutnya,” lanjut Judith.
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Bangsa
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ary Kirana, penyanyi, aktris, presenter, sekaligus anggota grup musik Warna yang turut memberikan dukungan terhadap program-program pendidikan ReachOut Foundation.

Menurut Ary, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini merupakan investasi penting yang sering kali luput dari perhatian banyak pihak.
Ia mengapresiasi filosofi ReachOut Foundation yang menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas utama pembangunan.
“Keberhasilan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuannya merawat dan memberdayakan kelompok yang paling rentan. Saya sangat setuju dengan perhatian besar ReachOut Foundation terhadap pendidikan usia dini,” ujarnya.
Ary menilai bahwa kerentanan tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi semata. Anak-anak pada usia dini juga termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena berada dalam fase penting pembentukan karakter dan kemampuan dasar belajar.
“Melalui pendidikan sejak usia dini, kita sedang membangun pondasi masa depan bangsa. ReachOut Foundation telah menjadi mitra yang luar biasa dalam upaya tersebut. Pendidikan adalah cara paling efektif untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tambahnya.
Empat Pilar yang Menjadi Motor Perubahan
Dalam menjalankan misinya, ReachOut Foundation mengembangkan berbagai program strategis yang dirancang untuk memberikan dampak luas dan berkelanjutan. Seluruh kegiatan tersebut berlandaskan empat pilar utama yang saling melengkapi.
1. Early Childhood Program: Membangun Masa Depan Sejak Dini
Pilar pertama adalah program pendidikan anak usia dini melalui jaringan PAUD SuryaKasih yang mulai dikembangkan sejak 2014.
Program ini lahir dari keyakinan bahwa investasi terbaik suatu bangsa terletak pada kualitas pendidikan generasi mudanya. Karena itu, ReachOut Foundation memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Hingga saat ini, jaringan PAUD SuryaKasih telah mengelola delapan sekolah di Jakarta dan dua sekolah di Papua.
Dalam proses pembelajarannya, sekolah-sekolah tersebut menerapkan pendekatan modern Reggio Emilia yang menekankan inquiry learning, project-based learning, problem solving, dan kolaborasi. Metode ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kemandirian, serta karakter anak sejak usia dini.
2. #BantuSekolahYuk: Menghadirkan Sekolah yang Layak dan Berkualitas
Pilar kedua adalah gerakan #BantuSekolahYuk yang mulai dijalankan pada 2019.
Program ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi sekolah-sekolah di berbagai daerah, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
Melalui gerakan ini, ReachOut Foundation melakukan revitalisasi infrastruktur sekolah, menyediakan Alat Permainan Edukatif (APE), serta membantu pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal peserta didik.
3. Teacher Training: Meningkatkan Kualitas Pendidik
ReachOut Foundation juga memahami bahwa kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas gurunya.
Atas dasar itu, sejak 2017 yayasan menjalankan program pelatihan guru yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, Sumba Barat Daya, Balige di Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.
Sebagai Mitra Pembangunan Kemendikbudristek serta alumni Program Organisasi Penggerak (POP) periode 2021–2023, program ini telah melatih sebanyak 1.979 guru terregistrasi.
Dampaknya pun sangat signifikan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru tersebut diperkirakan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 197.900 peserta didik di berbagai daerah.
4. ReachOut Peduli: Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan
Pilar terakhir adalah ReachOut Peduli, sebuah program kemanusiaan yang telah berjalan sejak 1989.
Program ini berfokus pada penanganan bencana alam, dukungan terhadap tenaga kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun wilayah geografis, ReachOut Peduli secara konsisten hadir di berbagai daerah untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
Selama lebih dari tiga dekade, program ini telah menyalurkan lebih dari 1.135 ton beras serta 575.380 paket sembako kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Angka tersebut menjadi bukti nyata komitmen ReachOut Foundation dalam memastikan bahwa pembangunan bangsa juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap kelompok yang paling rentan.
Mengajak Lebih Banyak Pihak Terlibat
Melalui momentum pelepasan siswa PAUD SuryaKasih Angkatan XII dan sekolah-sekolah mitra #BantuSekolahYuk, ReachOut Foundation kembali mengajak berbagai pihak untuk bergandengan tangan mewujudkan perubahan yang lebih luas.
Kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Dengan semangat pendidikan, kasih, dan kemanusiaan yang terus dijaga selama bertahun-tahun, ReachOut Foundation percaya bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berintegritas.
Kelulusan anak-anak PAUD SuryaKasih tahun ini pun menjadi simbol bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari ruang-ruang kelas sederhana hingga gerakan sosial berskala nasional, harapan terus ditanamkan agar lahir generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepedulian terhadap sesama.
