
LewatLensa.com – Industri video musik Indonesia kembali mendapat angin segar melalui inisiatif Oleg Sanchabakhtiar yang menggagas Indonesian Music Video Awards (IMVA_Official). Sosok yang telah lama dikenal di kalangan pembuat video musik ini berupaya menghadirkan wadah apresiasi yang komprehensif sekaligus membangun ekosistem yang lebih sehat bagi para pelaku industri.
Lahir di Jakarta pada 27 Mei 1971, Oleg telah berkarya sejak awal 1990-an dan terlibat dalam pembuatan video musik untuk sejumlah musisi papan atas Indonesia seperti NOAH, Dewa 19, KLa Project, hingga Cokelat. Pengalamannya yang panjang menjadikannya salah satu figur penting di balik perkembangan estetika video musik nasional.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Indonesia sempat memiliki ajang penghargaan video musik bergengsi, yakni Video Musik Indonesia. Ajang tersebut menjadi tolok ukur kualitas produksi video musik karena menghadirkan kategori yang sangat detail, mulai dari sutradara hingga teknis produksi seperti Director of Photography (DOP), editor, hingga model.
Namun, ajang tersebut berhenti sekitar tahun 2002. Salah satu pencapaian penting Oleg terjadi di tahun yang sama ketika ia bersama Planet Design Indonesia meraih penghargaan melalui video musik “Bendera” milik Cokelat. Sejak saat itu, belum ada ajang serupa yang mampu menyamai kedalaman kategori seperti yang pernah ada.
“Ajang internasional seperti MTV lebih fokus pada video dan sutradara, sementara di Indonesia dulu kita punya sistem yang lebih detail, hampir seperti Oscar di industri film,” menjadi salah satu refleksi yang mendorong Oleg untuk menghidupkan kembali konsep tersebut.
Lahirnya IMVA dan Perjalanan Panjang Legalitas
Setelah lebih dari satu dekade tanpa wadah khusus, sekitar tahun 2013 Oleg mulai menginisiasi pembentukan Indonesian Music Video Awards. Ia mengurus hak kekayaan intelektual (IP) secara mandiri agar memiliki legalitas yang jelas, yang akhirnya rampung sekitar 2019–2020.
Indonesian Music Video Awards lahir bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem video musik yang terstruktur. Dukungan terhadap gagasan ini datang dari berbagai pihak, mulai dari musisi, label, hingga penikmat musik yang menyuarakan kebutuhan akan platform apresiasi yang lebih serius.
Meski sempat direncanakan rilis pada 2020, pandemi COVID-19 membuat peluncurannya tertunda. Pada 2023–2024, Indonesian Music Video Awards mulai dipublikasikan secara terbatas melalui website dan YouTube, namun gaungnya kalah dengan momentum Pemilu nasional. Akhirnya, pada 2025, Indonesian Music Video Awards kembali diperkenalkan dengan konsep yang lebih matang serta penambahan kategori.
Kategori Paling Komprehensif di Indonesia
Salah satu keunggulan utama Indonesian Music Video Awards adalah kelengkapan kategorinya yang mencerminkan seluruh lini produksi video musik.
Penghargaan Utama (7 kategori):
- Best Music Video
- Best Director
- Best Producer
- Best Fresh Idea
- Best Editor
- Best Art Director
- Best Director of Photography (DOP(
Penghargaan Pendukung (15 kategori):
- Best Cameraman
- Best Lightingman
- Best Male Model
- Best Female Model
- Best Fashion Stylist
- Best Make-Up Artist
- Best Wardrobe Styling
- Best Accessories Styling
- Best Hair Styling
- Best Production SFX
- Best Post-Production SFX
- Best Iconic Choreography
- Best Male Lipsync
- Best Female Lipsync
- Best Band Lipsync
Penghargaan Spesial (6 kategori):
- Best Special Model (Non-Human)
- Best Full Animation Video
- Best Viewed Video
- Best Journalistic Writing
- Best Behind The Scene (BTS)
- Best AI-Based Video
Referensi lengkap terkait kategori dapat diakses melalui situs resmi:
🔗 (www.indonesianmusicvideoawards.com)
Pemenang bulanan akan mendapatkan Piala Swaradrisya, sebagai bentuk apresiasi berkelanjutan sebelum menuju Grand Final.
Pendaftaran dan Informasi Partisipasi
Bagi para pelaku industri yang ingin berpartisipasi, pendaftaran untuk memperebutkan Piala Swaradrisya dapat dilakukan melalui formulir berikut:
📝 https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform
Informasi terbaru dan konten terkait Indonesian Music Video Awards juga dapat diikuti melalui akun Instagram resmi: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/
Untuk melihat hasil dan aktivitas terbaru, berikut beberapa referensi:
- Viewer’s Choice Januari 2026: https://www.instagram.com/reel/DVapd3AEocT/
- Piala Swaradrisya Februari 2026: https://www.instagram.com/reel/DWzwuC1yKS4/
Sistem Penilaian dan Keterlibatan Generasi Muda
Indonesian Music Video Awards mengedepankan objektivitas melalui sistem penjurian yang melibatkan berbagai perwakilan profesi, mulai dari sutradara, DOP, editor, art director, wartawan, hingga penikmat musik.
Menariknya, Indonesian Music Video Awards juga melibatkan pelajar SMA dalam proses penilaian dengan konsep “1 siswa 1 suara”. Hal ini dilakukan karena generasi muda dianggap sebagai penikmat utama sekaligus penerus industri musik di masa depan.
Langkah ini sejalan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia, di mana jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) kini sudah mulai hadir di tingkat sekolah menengah atas—sesuatu yang belum umum pada era 1980–1990-an.
Menuju Panggung Internasional
Indonesian Music Video Awards tidak hanya berhenti di tingkat nasional. Para pemenang Grand Final kategori utama akan dikirim ke ajang internasional, yakni International Music Video Awards, sebagai bentuk ekspansi dan pengakuan global bagi karya anak bangsa.
Tantangan dan Harapan
Di balik ambisi besarnya, Oleg menyadari bahwa tantangan utama saat ini adalah regenerasi. Ia menekankan pentingnya mencari penerus yang mampu melanjutkan visi besar Indonesian Music Video Awards ke depan.
Meski demikian, dukungan dari pemerintah mulai terlihat melalui audiensi dengan berbagai instansi terkait, meskipun masih bersifat lisan. Indonesian Music Video Awards juga membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk berpartisipasi—baik dari label, individu independen, bahkan kreator asing—selama mendukung perkembangan musik Indonesia.
Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Melalui Indonesian Music Video Awards, Oleg Sanchabakhtiar ingin menegaskan bahwa industri video musik bukan sekadar pelengkap, melainkan profesi yang menjanjikan jika didukung oleh ekosistem yang tepat.
Dengan kualitas produksi video musik Indonesia yang dinilai sudah sangat baik, kehadiran Indonesian Music Video Awards diharapkan dapat menjadi wadah yang selama ini hilang, sebuah ruang apresiasi yang tidak hanya merayakan karya, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kolaborasi di balik layar industri musik Tanah Air.