
LewatLensa.com – Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran dan dinamika kehidupan yang kerap dipenuhi ego serta salah paham, Ario Setiawan menghadirkan karya terbaru yang menyentuh relung hati berjudul “Jangan Marah”. Single bernuansa adat Melayu ini resmi dirilis pada 3 Maret 2026 dan digadang-gadang menjadi salah satu lagu Lebaran paling emosional tahun ini.
“Jangan Marah” bukan sekadar lagu religi musiman yang hadir meramaikan momen Idul Fitri. Lagu ini merupakan refleksi mendalam tentang hubungan antarmanusia—tentang luka kecil yang dibiarkan tumbuh, tentang gengsi yang menghalangi kata maaf, dan tentang keberanian untuk kembali membuka hati. Dalam suasana Lebaran yang identik dengan saling memaafkan, karya ini terasa relevan dan penuh makna.
Dengan balutan aransemen yang syahdu dan megah, “Jangan Marah” menghadirkan atmosfer haru yang lekat dengan tradisi Idul Fitri di Indonesia. Dentingan instrumen tradisional berpadu harmonis dengan sentuhan produksi modern, menciptakan nuansa klasik sekaligus tetap relevan dengan selera musik masa kini. Perpaduan ini membuat lagu terasa intim, hangat, dan menyentuh.
Lagu ini dikomposeri oleh Aldi Nada yang juga menjadi pencipta bersama Ario Setiawan. Proses kreatif keduanya melahirkan karya yang jujur dan personal, namun mampu mewakili perasaan banyak orang. Liriknya sederhana, tetapi sarat emosi—mengajak pendengar untuk berani menurunkan ego demi menjaga hubungan dan silaturahmi.
“Kadang yang sulit bukan meminta maaf, tapi menurunkan ego. Lewat lagu ini, saya ingin mengajak semua orang untuk pulang dengan hati yang bersih,” ungkap Ario Setiawan.
Ia juga menambahkan, “Akhirnya setelah sekian lama direncanakan untuk punya single bertema religi, tahun ini bisa diwujudkan. Semoga karya ini jadi pembuka karya-karya selanjutnya.”
Dari sisi produksi, proyek ini berada di bawah arahan AzharKader dan dirilis melalui label Magic No7, yang konsisten mendukung karya-karya bermuatan pesan mendalam dan bernilai emosional.
Secara musikal, “Jangan Marah” membawa nuansa yang tidak hanya nostalgik, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan. Lagu ini diprediksi akan menjadi pengiring perjalanan mudik, momen sungkeman, hingga suasana hangat berkumpul bersama keluarga. Pesannya yang universal menjadikannya relevan tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah industri musik yang didominasi tren cepat dan viralitas sesaat, “Jangan Marah” hadir sebagai pengingat bahwa musik tetap menjadi medium paling kuat untuk menyampaikan pesan tentang cinta, maaf, dan persatuan. Lewat karya ini, Ario Setiawan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan musik yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga bermakna.
Single “Jangan Marah” telah tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 3 Maret 2026.