“AfterAll: What Remains Beneath”, Ruang Refleksi Gen Z Hadapi Disrupsi AI di TEDxSampoerna University 2026


(kiri-kanan) Erik Krauss selaku Vice Rector of Student Success, Sampoerna University, Nathanael Aaron selaku Project Leader TEDxSampoerna University 2026, dan Tara Susanto selaku Co-Founder Bumiterra (Foto: Dok. TEDxSampoerna University 2026)

LewatLensa.com – Sebagai institusi pendidikan berkelas dunia yang konsisten membekali mahasiswa dengan keterampilan masa depan, Sampoerna University kembali menghadirkan ajang inspiratif tahunan, TEDxSampoerna University 2026. Mengusung tema “AfterAll: What Remains Beneath”, gelaran keenam ini akan diselenggarakan pada 7 Maret 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki dan menghadirkan delapan pembicara terkurasi untuk menginspirasi Gen Z Indonesia membangun nilai diri di tengah era disrupsi teknologi.

Kegelisahan Gen Z di Tengah Disrupsi AI

Berdasarkan laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2025, sebanyak 60,6 persen responden siswa mengaku khawatir belum siap menghadapi kehidupan setelah pendidikan formal. Data ini mencerminkan kegelisahan generasi muda yang tumbuh di tengah percepatan teknologi dan kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan.

Di saat yang sama, tekanan media sosial memicu budaya perbandingan diri tanpa henti. Banyak anak muda mempertanyakan bukan hanya pilihan karier, tetapi juga makna, nilai, serta arah hidup mereka. Dari ruang refleksi inilah tema “AfterAll: What Remains Beneath” hadir—mengajak Gen Z menelusuri kembali apa yang tersisa di balik hiruk-pikuk perubahan.

“Tema ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: ‘Di tengah hiruk-pikuk perubahan, apa fondasi yang benar-benar menopang hidup kita?’ Lebih dari sekadar refleksi, tema ini mendorong kita meninjau kembali nilai inti, kemanusiaan, dan relasi yang kita bangun. Karena pada akhirnya, ketika pencapaian dan tren datang silih berganti, yang tersisa adalah diri kita sendiri,” ujar Nathanael Aaron, Project Leader TEDxSampoerna University 2026.

Pre-Event: Membingkai Ulang Kecemasan Menjadi Strategi

Sebagai bagian dari rangkaian acara, TEDxSampoerna University 2026 menghadirkan dua agenda utama: Pre-Event dan Main Event. Dalam sesi Pre-Event, diselenggarakan workshop bertajuk “Unshakeable You: Redefining Your Value in an Uncertain World” pada 26 Februari 2026 yang dibawakan oleh Konsultan Karier, Irvandias Sanjaya.


Irvandias Sanjaya, Konsultan Karier (Foto: Dok. TEDxSampoerna University 2026)

Workshop ini dirancang sebagai ruang yang lebih personal dan praktis bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi nilai diri, memahami kekuatan personal, serta membingkai ulang kecemasan terhadap masa depan menjadi strategi pengembangan diri yang konkret.

“Dengan memahami nilai yang mereka anut sebagai kompas moral, mereka menjadi lebih mampu berpikir secara deliberatif dan tetap rasional dalam menghadapi ketidakpastian karier, persaingan AI, dan tekanan media sosial. Melalui kegiatan ini, mereka didorong mengenali apa yang benar-benar mereka yakini agar setiap keputusan ke depan lebih selaras dan berdampak positif—baik itu pilihan jurusan hingga arah karier dan kehidupan jangka panjang,” jelas Dias.

Main Event: Perspektif Beragam untuk Masa Depan yang Lebih Tangguh

Sesi puncak pada 7 Maret 2026 akan menghadirkan delapan pembicara terkurasi dengan beragam latar belakang profesional. Melalui tiga subtema utama yang dikembangkan ke dalam berbagai topik sesuai keahlian masing-masing, acara ini dirancang untuk memperluas wawasan, mendorong pemikiran kritis, serta membangun sikap proaktif dalam merespons tantangan masa depan.

Salah satu pembicara, Tara Susanto-Joseph, Co-Founder Bumiterra, mengungkapkan antusiasmenya membawakan topik “Personal Choices, Public Impact: Choosing What We Serve.”


Tara Susanto-Joseph, Co-Founder Bumiterra (Foto: Dok. TEDxSampoerna University 2026)

“Di balik semua prestasi dan usaha yang sudah kita raih—bahkan dipamerkan di media sosial—kita dihadapkan pada pilihan: apakah itu hanya menguntungkan diri sendiri atau juga bermanfaat bagi banyak orang. Kita perlu menyadari bahwa sebagai manusia, kita memiliki self-awareness yang membuat kita tidak bisa terlepas satu sama lain. Di era disrupsi ini, kita justru harus melihat teknologi dan AI sebagai alat untuk membantu, bukan sebagai kompetisi. Tanpa keselarasan antara manusia dan teknologi, perjalanan hidup kita tidak akan berjalan lancar,” tutur Tara.

Komitmen terhadap Kesuksesan Holistik Mahasiswa

Vice Rector of Student Success Sampoerna University, Erik Krauss, menegaskan bahwa sejak 2021 Sampoerna University tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga fasilitator yang menyediakan ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat dalam diskusi bermakna mengenai isu-isu yang relevan dengan kehidupan mereka.

“Penyelenggaraan tahun ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa bukan hanya dari segi akademis, tetapi juga kesejahteraan dan perkembangan personal secara menyeluruh. Mahasiswa dan Gen Z tumbuh di tengah disrupsi, merasakan langsung perubahan cepat akibat teknologi, menavigasi ekspektasi tinggi, serta semakin sadar akan isu kesehatan mental. Di tengah ketidakpastian inilah generasi muda berani menyuarakan gagasan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan perubahan—bahkan dari langkah kecil yang konsisten,” ujar Erik.

Terbuka untuk Umum

TEDxSampoerna University 2026 “AfterAll: What Remains Beneath” terbuka untuk umum dengan harga tiket pre-sale sebesar Rp95.000. Tiket dapat dibeli melalui platform Wootix, sementara informasi lebih lanjut tersedia melalui akun Instagram resmi @tedxsampoernauniversity.

Melalui refleksi mendalam tentang nilai diri dan kemanusiaan, TEDxSampoerna University 2026 diharapkan menjadi ruang aman sekaligus ruang tumbuh bagi Gen Z Indonesia—untuk menemukan fondasi yang tetap kokoh, bahkan ketika dunia terus berubah.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.