
LewatLensa.com – Kini kaum disabilitas fisik yang berbakat musik dapat tetap mengembangkan bakatnya. Baik hanya dengan satu tangan, bahkan beberapa jari saja, kini tersedia karya-karya untuk piano serta instrumen lain, bahkan metode pengajarannya sejak awal sampai menjadi pemusik profesional. Ini berkat riset dan karya pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejak tahun 2006. Sebuah yayasan di Spanyol mengundang 10 komponis dari 6 negara, termasuk Ananda, untuk menciptakan dan mengembangkan karya-karya dengan kesulitan teknis mudah sampai tingkat virtuositas tinggi untuk mereka yang berkebutuhan khusus secara fisik, baik dari lahir maupun karena kecelakaan. Sampai saat ini, setelah kerjasama dengan yayasan ini berakhir sebelum pandemi, Ananda terus menciptakan karya seperti Rapsodia Nusantara untuk tangan kiri atau tangan kanan saja yang dimainkannya di konser-konser di berbagai negara.
Bahkan di akhir tahun ini sebuah kompetisi musik untuk pertama kalinya di dunia akan membuka kategori untuk para penyandang disabilitas ini. Kompetisi Piano Nusantara Plus akan diadakan dari Agustus sampai Desember di kota-kota Bogor, Medan, Depok, Palembang, Bandung dan Bekasi. Babak finalnya, yang akan diikuti oleh para pemenang dari setiap kota, akan diadakan di Jakarta 18 Desember 2024.
“Kami telah memulainya di kompetisi Ananda Sukarlan Award, dimana ada beberapa pianis dari spektrum autisme yang telah ikut serta, tapi di Piano Nusantara Plus ini kami menyediakan bahannya”, kata Ananda Sukarlan sebagai pendiri kompetisi ini. “Setelah Spanyol, saya ingin Indonesia menjadi negara kedua yang mempelopori pendidikan musik untuk disabilitas fisik, karena pasti banyak sekali yang berbakat, tapi keterbatasan fisik membuat mereka mundur. Selain itu, untuk gabungan instrumen yang tidak umum seperti trio clarinet, horn & piano, atau flute, viola & piano, kami sediakan repertoire-nya. Memang salah satu tujuan kompetisi ini adalah melebarkan repertoire para pianis untuk kolaborasi dengan pemain instrumen apapun serta vokalis klasik”, lanjut komponis yang ditulis oleh Sydney Morning Herald sebagai “one of the world’s leading pianists … at the forefront of championing new piano music” ini.
Di hari Autisme Sedunia (World Autism Day) 2 April ini komponis yang juga penyandang Asperger’s Syndrome dari spektrum autisme ini menghabiskan sore harinya dengan Lions Club International cabang Jakarta dan Rumah Yatim-piatu Isnawa Adji Peduli di pantai Ancol. Mereka sedang berbagi bansos Ramadhan dan saling berdiskusi dengan para anak panti asuhan tersebut. Anak-anak tersebut juga sempat tamasya naik speedboat sebelum dijamu buka puasa. Rumah Yatim-piatu ini adalah bagian dari Yayasan Isnawa Adji, yang pendirinya adalah mantan wakil walikota Jakarta Selatan dan sekarang menjabat sebagai ketua pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Ananda menjelaskan soal kompetisinya lebih lanjut di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=OsbmhK0E0gw&t=11s . Semua info dan aktualisasi berita dapat dilihat di akun Instagram @pianonusantaraplus .