INVICTUS Dijadikan Musik Pertama Kalinya oleh Ananda Sukarlan

LewatLensa.com – “Invictus” (Tidak Terkalahkan) adalah puisi penyair Inggris William Ernest Henley (1849-1903) yang menjadi sangat terkenal karena dijadikan film dengan judul yang sama, dibintangi oleh Morgan Freeman dan Matt Damon. Puisi ini jugalah yang membuat Nelson Mandela bertahan berpuluh-puluh tahun di penjara karena puisi ini yang selalu menginspirasinya.

Catholic Fellowship Jakarta (CFJ), sebuah komunitas kategorial orang muda Katolik yang didirikan 10 tahun lalu di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), akan menggelar konser amal bertajuk “Carry the Light” pada Sabtu, 12 Agustus 2023, di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan. Konser amal ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan inklusif kepada anak-anak yatim piatu dan berkebutuhan khusus serta anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tinggal di beberapa wilayah Indonesia.

Konser amal yang akan dimulai pukul 17:00 WIB ini mengundang pianis & komponis terkemuka Ananda Sukarlan, yang akan membawakan untuk pertama kalinya karya “Invictus” yang juga pertama kalinya dibikin musik. Di pertunjukan perdana Invictus ini Ananda akan didampingi oleh penyanyi soprano Ratnaganadi Paramita dan pemain cello pengidap autisme, Zephania Gurning. Paduan Suara CFJ dipimpin oleh Fransiska Darmawan.

Ananda Sukarlan (Foto : I Wayan Bagiartana)

“Saat kita mengenang apa yang telah Tuhan lakukan dengan dan untuk CFJ selama dekade terakhir dan menantikan apa yang akan dicapai, kita diingatkan akan fakta sederhana bahwa kita semua dipanggil untuk bertumbuh di dalam Kristus dan juga untuk membantu orang lain bertumbuh dalam Kristus,” ujar Ketua CFJ, Ignatius Aditya. “Semoga dengan dibuat musik oleh Ananda Sukarlan, INVICTUS juga mampu memberi semangat dan inspirasi kaum muda bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan”, tambahnya.

Selain itu, Ananda Sukarlan juga akan memainkan karya pianonya yang paling terkemuka. Rapsodia Nusantara yang sangat virtuosik untuk piano kini berjumlah 39 nomor, yang mana setiap nomor didasari oleh musik rakyat dari satu provinsi di Indonesia. Nomor-nomor tersebut telah dimainkan oleh ratusan pianis baik dari Indonesia maupun internasional. Banyak sekali tesis dan disertasi yang telah diterbitkan secara online oleh para mahasiswa S1, S2 dan S3 dari berbagai universitas di seluruh dunia tentang Rapsodia Nusantara dan karya Ananda Sukarlan yang lain.

Ananda telah bekerjasama dengan Fundacion Musica Abierta dengan dukungan Ratu Spanyol saat itu, Ratu Sofia, untuk menciptakan ratusan karya musik untuk anak-anak disabilitas fisik : 1 tangan yang tidak berfungsi, atau beberapa jari saja, atau tunanetra dll. Setelah turunnya Ratu Sofia, Ananda ingin melanjutkannya karena menurutnya, para kaum disabilitas sangat membutuhkan musik seperti ini.

“Rapsodia Nusantara no. 39” ditulis untuk tangan kiri saja. Meskipun demikian, jika kita mendengarkannya sambil menutup mata, kita tidak akan menduga bahwa karya ini dimainkan hanya dengan satu tangan saja, dan itu sebabnya memang karya ini lebih sulit dari karya biasa untuk 2 tangan karena 1 tangan ini menjadi lebih “sibuk” dengan teknik yang sudah dieksplorasi oleh Ananda selama bertahun-tahun.

Seluruh dana yang terkumpul dari konser amal tersebut akan digunakan untuk membangun sebuah pusat terapi yang dikelola oleh Lovely Hands – sebuah komunitas yang peduli terhadap kelompok disabilitas – di Jakarta Utara; membangun asrama SMP Bhakti Mulia di Purwodadi, Jawa Tengah; membangun fasilitas kelas dan toilet SMPK Flos Karmeli di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur; memberi beasiswa kepada mahasiswa berprestasi di Universitas Katolik St. Agustinus Hippo di Pontianak, Kalimantan Barat; dan melunasi tunggakan uang sekolah anak-anak yatim piatu di bawah Yayasan Nativitas di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Dua minggu sebelum acara ini terselenggara, tiket sejumlah 1.200 kursi yang merupakan kapasitas maksimal Ciputra Artpreneur sudah habis terjual.

Sumber Naskah : Press Release Catholic Fellowship Jakarta

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.