
LewatLensa.com – Industri perfilman Tanah Air kembali menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia. Film Dalam Sujudku, produksi Proj3ct 69, dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 16 April 2026. Mengusung kisah nyata, film ini menawarkan perpaduan kuat antara emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.
Dalam Sujudku mengangkat tema besar tentang kehidupan rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan, mulai dari konflik batin, tekanan hidup, hingga pencarian makna di tengah situasi yang tidak mudah. Cerita ini menjadi relevan dengan banyak orang yang tengah menghadapi ujian serupa, sekaligus menghadirkan ruang kontemplasi tentang arti keikhlasan, kesabaran, dan kekuatan doa.
Film ini dibintangi oleh Marcell Darwin sebagai tokoh utama yang menjalani perjalanan rumah tangga penuh dinamika. Karakter yang ia perankan menggambarkan sosok manusia yang berada di titik terendah dalam hidup, namun perlahan menemukan jalan kembali melalui pendekatan spiritual dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Di balik layar, film ini digarap oleh sutradara Rico Michael dan diproduseri oleh Donnie Syech. Rico Michael menegaskan bahwa Dalam Sujudku bukan sekadar film drama biasa, melainkan sebuah karya reflektif yang ingin menyampaikan pesan mendalam kepada penonton.
“Film ini kami hadirkan sebagai cerminan bagi siapa pun yang pernah merasa berada di titik paling rendah dalam hidupnya. Kami percaya bahwa harapan itu selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujar Rico. Ia juga menambahkan bahwa inti dari film ini terletak pada proses memaafkan serta keberanian untuk menyerahkan segala persoalan hidup melalui doa.
Menurutnya, momen “sujud” menjadi simbol paling kuat dalam film ini. Dalam kondisi pasrah, manusia justru menemukan kekuatan terbesar untuk bangkit. “Jawaban Tuhan tidak selalu datang sesuai dengan yang kita harapkan, tetapi di situlah letak makna doa yang sesungguhnya,” tambahnya.
Selain Marcell Darwin, film ini turut diperkuat oleh jajaran pemain yang menghadirkan performa emosional yang mendalam, seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Masing-masing karakter membawa lapisan cerita yang memperkaya konflik sekaligus mempertegas pesan moral film ini.
Denis Adhiswara mengungkapkan bahwa perannya sebagai seorang ustaz menjadi tantangan baru dalam perjalanan kariernya. Ia harus keluar dari zona nyaman dan mendalami karakter yang sarat nilai religius serta tanggung jawab moral.
“Biasanya saya memerankan karakter yang santai atau jenaka. Di film ini, saya harus benar-benar memahami peran sebagai ustaz, bukan hanya dalam konteks cerita, tetapi juga bagaimana pesan yang disampaikan bisa sampai ke penonton,” jelas Denis.
Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah menghadirkan sosok perempuan yang penuh keteguhan hati. Ia menggambarkan karakter yang tetap berpikir positif di tengah cobaan, serta percaya bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
Di sisi lain, Naura Hakim memerankan karakter yang menjadi sumber konflik dalam cerita. Ia menekankan bahwa karakter tersebut tidak hanya dilihat sebagai antagonis semata, melainkan sebagai sosok dengan latar belakang dan emosi yang kompleks. Pendekatan ini membuat konflik terasa lebih manusiawi dan realistis.
Peran pendukung lainnya juga tak kalah menarik. Ryuka yang berperan sebagai Maya, sahabat Aisyah, menghadirkan karakter yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara Chika Waode menambahkan sentuhan ringan melalui karakter “tukang gosip” yang justru merepresentasikan suara masyarakat.
Proses produksi film yang sebagian dilakukan di Garut juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para pemain. Suasana syuting yang hangat dan penuh kebersamaan membuat proses kreatif berjalan lebih natural dan emosional.
Tak hanya dari sisi cerita dan akting, Dalam Sujudku juga diperkuat oleh jajaran original soundtrack (OST) yang sarat makna. Lagu utama berjudul “Titipan Ilahi” dinyanyikan oleh Evelyn Wijaya, pemenang ajang Voice Hunt 2025. Lagu ini menjadi simbol dari pesan utama film tentang menerima takdir, menjaga amanah, serta kekuatan doa.
Diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid, lagu ini memiliki lirik yang menyentuh, salah satunya berbunyi tentang sosok yang merupakan “titipan Tuhan” yang harus dijaga sepenuh hati. Selain itu, soundtrack film ini juga diisi oleh karya dari Mamu Blacksweet dan Ferdy Tahier, yang semakin memperkuat nuansa emosional dalam film.
Evelyn Wijaya mengaku keterlibatannya dalam proyek ini menjadi langkah penting dalam kariernya. Selain menjadi debut soundtrack film, proses produksi lagu yang berlangsung dalam waktu singkat menjadi tantangan tersendiri yang berhasil ia lalui dengan maksimal.
Melalui keseluruhan elemen yang dihadirkan, Dalam Sujudku tidak hanya menjadi tontonan yang menyentuh, tetapi juga tuntunan yang memberikan makna. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali pentingnya kesabaran, keikhlasan, serta kekuatan doa dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dengan balutan kisah nyata, akting yang kuat, serta pesan religi yang mendalam, Dalam Sujudku diharapkan mampu menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan dan membekas di hati masyarakat. Sebuah pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada jalan pulang—dan sering kali, jalan itu dimulai dari sebuah sujud.
