
LewatLensa.com – Konsistensi dan keteguhan dalam berkarya kembali ditegaskan oleh Astrid melalui sebuah showcase spesial bertajuk “Showcase Mini Album Masih Di Sini & 22 Tahun Berkarya – Astrid”. Digelar secara intim di Vin+ Kemang, Jakarta, pada 17 Desember 2025, acara ini menjadi perayaan perjalanan panjang Astrid di industri musik Indonesia sekaligus momen perkenalan mini album terbarunya, Masih Di Sini.

Astrid merupakan salah satu penyanyi Indonesia yang memulai karier sejak awal tahun 2000-an dan hingga kini tetap aktif berkarya serta menghibur penikmat musik dari panggung ke panggung. Selama 22 tahun perjalanannya, Astrid dikenal sebagai musisi yang konsisten merilis karya dan setia pada karakter vokal serta ekspresi musikalnya. Showcase ini menjadi refleksi atas perjalanan tersebut, dikemas melalui konsep “Era ke Era”, yang mengajak penonton menelusuri setiap fase penting dalam karier Astrid.
Malam dibuka dengan “Dark Era”, membawa penonton kembali ke tahun 2003, masa awal kemunculan Astrid lewat single debut “Ratu Cahaya” yang dikenal sebagai soundtrack film horor Tusuk Jailangkung. Nuansa gelap dan emosional diperkuat dengan lagu-lagu seperti “Cinta Itu”, “Merpati Putih”, dan “Kosong”. Pada segmen ini, Astrid berbagi kisah awal perjalanannya di industri musik, termasuk pertemuannya dengan A&R Sony Music, Jan Djuhana, yang melihat keunikan warna vokal Astrid serta gaya bernyanyinya yang natural dan apa adanya.
Perjalanan musikal kemudian berlanjut ke “Galau Era”, fase yang mengantarkan nama Astrid semakin dikenal luas oleh publik. Lagu-lagu seperti “Terpukau”, “Mendua”, dan “Tentang Rasa” menghadirkan nostalgia yang kuat. Bahkan, “Tentang Rasa” kembali mencuri perhatian publik dengan menjadi viral dan mencatat lebih dari 30 juta kali pemutaran sepanjang tahun 2025. Momen ini pun berubah menjadi sesi karaoke massal yang penuh emosi, memperlihatkan kuatnya ikatan antara Astrid dan para pendengarnya.
Puncak kemeriahan hadir dalam “Centil Era”, fase paling ikonik dalam karier Astrid. Lagu “Tak Ingin Dicintai” hingga anthem legendaris “Jadikan Aku Yang Kedua” menjadi penutup yang enerjik dan menggugah, menghidupkan suasana hingga akhir malam dan menegaskan posisi lagu-lagu tersebut dalam sejarah musik pop Indonesia.
Salah satu momen paling istimewa dalam showcase ini adalah saat Astrid memperkenalkan mini album terbarunya, “Masih Di Sini”, yang resmi dirilis pada 18 November 2025, bertepatan dengan 14 tahun pernikahannya. Mini album ini terasa sangat personal karena sebagian besar liriknya ditulis langsung oleh Astrid, mengisahkan perjalanan cinta, keteguhan, dan kedewasaan bersama sang suami, Arlan Djoewarsa. Lagu-lagu seperti “Sabar Sabar Ya”, “Aku Di Sini”, dan single andalan “Tak Apa” dibawakan dengan penuh kehangatan. Nuansa intim semakin terasa saat Astrid mengundang Adrian Martadinata (vokalis Samsons), yang juga bertindak sebagai produser mini album ini, untuk tampil bersama di atas panggung.

“Album ini sangat personal buat aku. Banyak ceritanya tentang perjalanan, bertumbuh, dan bertahan, bukan cuma dalam hubungan, tapi juga dalam hidup dan bermusik,” ungkap Astrid di tengah penampilannya.
Showcase Masih Di Sini berlangsung hangat dan penuh rasa. Ruangan dipenuhi oleh penggemar, sahabat, serta rekan-rekan yang telah menjadi saksi perjalanan Astrid dari tahun ke tahun. Malam tersebut menjadi penegasan dari judul mini albumnya—bahwa sejak 2003 hingga hari ini, Astrid tidak pernah berhenti berkarya dan konsisten merilis lagu setiap tahun.
Di tengah industri musik yang terus berubah, dengan wajah-wajah baru dan tren viral yang silih berganti, Astrid membuktikan satu hal penting: Astrid masih di sini—bertahan, berkembang, dan terus bernyanyi dengan hati.