
LewatLensa.com – Tugu Proklamasi Jakarta menjadi saksi perayaan kemerdekaan yang berbeda tahun ini. Dalam rangka memperingati 80 Tahun Indonesia Merdeka, Jakarta Illustration & Creative Arts Festival (JICAF) bersama Asosiasi Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) menghadirkan acara bertajuk “Titik Nol Bangsa”, menampilkan 80 karya ilustrasi pilihan yang menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan harapan untuk masa depan bangsa.

Acara ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan kolaborasi serupa pada perayaan kemerdekaan tahun 2024. Rangkaian kegiatan meliputi Upacara Penurunan Bendera, diskusi kebangsaan, hingga penampilan musik, yang seluruhnya digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada pukul 17.00 WIB.

Yoga Prathama, Creative Director JICAF, menekankan bahwa seni adalah medium yang tepat untuk menyampaikan pesan kebangsaan. “Kami percaya seni memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi. Melalui kampanye ini, kami ingin mengangkat talenta ilustrasi dan seni visual Indonesia ke ruang publik agar cinta dan harapan bagi negeri ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Untuk pertama kalinya, karya seni dipamerkan bersamaan dengan Upacara Penurunan Bendera yang turut melibatkan musisi, seniman, komika, dan selebriti Indonesia sebagai petugas upacara. Kehadiran mereka memberi nuansa kebersamaan yang lebih inklusif dalam perayaan kemerdekaan.
Acara “Titik Nol Bangsa” diinisiasi oleh almarhum Gusti Irwan Wibowo—akrab disapa Gustiwiw—dan tetap diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Bekasi dengan dukungan rekan-rekan komika, musisi, seniman, serta selebriti Indonesia. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus melanjutkan semangat kolaboratif yang diwariskan Gustiwiw.
Fabianus Bernadi, Ketua Umum DPP AMLI Indonesia, menegaskan pentingnya peran media luar-griya tidak hanya dalam aspek komersial, tetapi juga sosial dan budaya. “Kami ingin membuktikan bahwa media luar-griya juga dapat menjadi kanal penyampai pesan positif yang menginspirasi. Pada momen bersejarah 80 tahun kemerdekaan ini, kami bangga dapat mengangkat karya anak bangsa ke ruang publik,” ungkapnya.
Setelah seremoni, karya seni akan tetap ditampilkan hingga 24 Agustus 2025 melalui jaringan videotron dan media luar-griya AMLI di berbagai kota Indonesia, memungkinkan masyarakat luas menikmati perayaan ini secara lebih inklusif.
Dengan menghadirkan 80 karya untuk 80 tahun kemerdekaan, kolaborasi JICAF dan AMLI menghadirkan perayaan kemerdekaan yang bukan hanya seremoni, tetapi juga ruang refleksi, ekspresi, dan kebanggaan terhadap karya anak bangsa.
Acara ini diharapkan menjadi momentum bersejarah yang memperkuat persatuan melalui seni, serta menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkarya demi Indonesia.